Pemerintah Perkuat Kolaborasi OJK, Perbankan, Fintech, dan Polri Tangani Online Scam Keuangan

Baca Juga

Mata Indonesia, Jakarta – Pemerintah terus memperkuat sinergi lintas sektor untuk menghadapi meningkatnya ancaman penipuan digital (online scam) yang semakin kompleks dan berkaitan dengan aktivitas keuangan ilegal serta tindak pidana pencucian uang. Kolaborasi antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK), industri perbankan, perusahaan teknologi finansial (fintech), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), serta berbagai pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci dalam melindungi masyarakat sekaligus menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.

Penguatan koordinasi tersebut dilakukan melalui Regional Expert Group Meeting on Online Scams bertajuk Strengthening Financial Intelligence, AML/CFT Regulation, and Law Enforcement Cooperation in Southeast Asia yang digelar di Jakarta. Forum ini mempertemukan regulator sektor keuangan, aparat penegak hukum, lembaga intelijen keuangan, bank sentral, lembaga jasa keuangan, serta mitra internasional untuk memperkuat kerja sama menghadapi kejahatan digital lintas negara.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, mengatakan karakter kejahatan digital telah berubah sehingga membutuhkan respons yang lebih terintegrasi.

“Online scams tidak lagi dapat dipandang sebagai kejahatan yang berdiri sendiri. Penipuan digital kini semakin terhubung dengan aktivitas keuangan ilegal dan tindak pidana pencucian uang, sehingga pencegahannya membutuhkan respons yang cepat, terintegrasi, dan berbasis intelijen keuangan,” ujar Dicky.

Menurutnya, pesatnya perkembangan ekosistem keuangan digital memang mendorong inklusi dan pertumbuhan ekonomi. Namun, kondisi tersebut juga dimanfaatkan pelaku kejahatan melalui berbagai modus seperti investasi palsu, phishing, social engineering, account takeover, job scam, e-commerce fraud, hingga penyalahgunaan rekening penampung (money mule).

Dicky menambahkan, kecepatan perpindahan dana dalam sistem keuangan digital menjadi tantangan besar bagi penegakan hukum.

“Dalam ekosistem keuangan digital, dana hasil kejahatan dapat berpindah dalam hitungan menit melalui berbagai platform, rekening penampung, aset virtual, dan transaksi lintas negara,” katanya.

Karena itu, pemerintah mendorong penguatan sinergi antara OJK, Satgas PASTI, sektor perbankan, perusahaan fintech, Polri, serta aparat penegak hukum lainnya guna mempercepat pertukaran informasi, memperkuat intelijen keuangan, serta meningkatkan efektivitas pelacakan dan pemulihan aset hasil kejahatan.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kerahasiaan data pribadi, PIN, kata sandi, dan kode OTP, tidak mudah tergiur investasi ilegal, serta selalu memastikan legalitas pelaku usaha jasa keuangan melalui kanal resmi OJK. Langkah preventif tersebut diharapkan mampu mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan sekaligus membangun ekosistem keuangan digital yang aman, sehat, dan terpercaya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Indonesia-Singapura dan Jalan Baru Kemitraan Investasi Strategis

Oleh: Ferry Permahadi)*Hubungan Indonesia dan Singapura selama beberapa dekade telah berkembangmenjadi salah satu kemitraan bilateral paling penting di kawasan Asia Tenggara. Selain karena kedekatan geografis, intensitas kerja sama yang terus meningkat juga menjadikan kedua negara memiliki kepentingan strategis untuk memperkuatkolaborasi jangka panjang.Di tengah dinamika ekonomi global yang dipenuhi ketidakpastian, penguatankemitraan bertujuan untuk membangun ekosistem investasi, perdagangan, dan pembangunan berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, setiap kesepakatan strategis yang dihasilkan memiliki arti penting bagiarah pertumbuhan ekonomi kawasan.Presiden Prabowo menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan Singapura memasuki fase baru yang lebih konkret melalui berbagai kesepakatan yang dihasilkan dalam Leaders' Retreat bersama Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong. Menurutnya, pertemuan tersebut menghasilkan puluhan kerja sama strategisyang mencakup berbagai sektor, mulai dari ekonomi, investasi, energi, pertahanan, hingga pengembangan sumber daya manusia.Ia memandang bahwa hubungan kedua negara bukan hanya menjaga komunikasidiplomatik, tetapi diarahkan untuk menghasilkan implementasi nyata yang mampumemperkuat daya saing ekonomi nasional. Berbagai kesepakatan yang dicapaimenunjukkan adanya komitmen bersama untuk menjawab tantangan global melaluikolaborasi yang saling menguntungkan.Presiden Prabowo juga menekankan bahwa Indonesia memandang Singapura sebagai mitra strategis yang memiliki peran penting dalam pembangunan ekonominasional. Kepercayaan yang terus terbangun selama bertahun-tahun menjadi modal kuat untuk memperluas kerja sama pada sektor-sektor baru yang memiliki nilaitambah tinggi.Komitmen tersebut menjadi sinyal positif bagi dunia usaha dan investor internasional. Sebab, ketika hubungan antarnegara dibangun di atas kepercayaandan kepastian kerja sama, iklim investasi akan menjadi lebih kondusif sehinggamampu mendorong masuknya modal baru yang mendukung penciptaan lapangankerja.Bagi Indonesia, kerja sama investasi bukan sekadar menghadirkan aliran modal, tetapi juga membuka akses terhadap teknologi, peningkatan kapasitas sumber dayamanusia, serta pengembangan industri bernilai tambah. Sebaliknya, bagi Singapura, Indonesia menawarkan pasar yang besar dan peluang investasi jangka panjang.Pandangan serupa disampaikan Perdana Menteri...
- Advertisement -

Baca berita yang ini