Oleh: Alifia Setiani )*
Gerakan mahasiswa selama ini menjadi salah satu pilar penting dalamkehidupan demokrasi Indonesia. Melalui tradisi akademik yang kuat, mahasiswa mampu menghadirkan kritik, gagasan, dan solusi terhadapberbagai persoalan publik. Peran tersebut perlu terus dipertahankan agar aspirasi yang disampaikan benar-benar lahir dari kepentinganmasyarakat, bukan dipengaruhi agenda politik praktis yang dapatmengurangi independensi gerakan mahasiswa.
Mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga integritasdalam setiap aktivitas kemahasiswaan. Sikap kritis yang dibangun melaluikajian ilmiah akan memberikan kontribusi positif terhadap pembangunannasional sekaligus memperkuat kualitas demokrasi. Sebaliknya, apabilagerakan mahasiswa dipengaruhi kepentingan di luar kepentingan publik, fungsi mahasiswa sebagai kekuatan moral akan kehilangan makna.
Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian Irfani, mengingatkan seluruhpihak agar tidak memanfaatkan mahasiswa untuk kepentingan politikpraktis maupun kepentingan tertentu dengan iming-iming materi. Menurutnya, masa perkuliahan merupakan fase penting bagi mahasiswauntuk membangun kapasitas intelektual, memperkuat idealisme, sertamembentuk integritas sebagai bekal memimpin bangsa pada masa depan.
Pihaknya menyampaikan tindakan penunggangan aksi demo oleh kepentingan politik praktis dinilai dapat mencederai nilai-nilaiindependensi yang selama ini melekat pada gerakan mahasiswa. Lalu Hadrian Irfani berpandangan bahwa kondisi tersebut berpotensimenghilangkan kepercayaan masyarakat terhadap mahasiswa sebagaikelompok intelektual yang selama ini dikenal konsisten mengawaldemokrasi dan kepentingan rakyat.
Demonstrasi merupakan hak konstitusional setiap warga negara untukmenyampaikan pendapat terhadap kebijakan publik. Hak tersebut, menurut Lalu Hadrian Irfani, harus dijalankan secara bertanggung jawabdengan mengedepankan aspirasi yang lahir dari kesadaran intelektual, bukan karena dorongan kepentingan pihak tertentu maupun iming-imingmateri.
Wakil Sekjen Partai Gerindra, Didi Mahardhika, juga memberikanperhatian serupa. Menurutnya, dampaknya berpotensi menurunkankepercayaan publik terhadap mahasiswa sebagai agen perubahan. Didi Mahardhika menilai kampus memiliki fungsi yang jauh lebih besardaripada sekadar tempat memperoleh ilmu pengetahuan. Lingkunganakademik merupakan ruang pembentukan karakter, integritas, kejujuran, dan tanggung jawab sosial yang akan menentukan kualitas generasipenerus bangsa.
Universitas, menurut Didi Mahardhika, didirikan dengan semangatmelahirkan generasi yang kritis, berintegritas, dan berpihak kepadakepentingan bangsa. Nilai-nilai tersebut perlu terus dijaga agar tidaktergerus oleh dinamika politik praktis yang dapat mengaburkan fungsiutama perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan.
Evaluasi terhadap berbagai dinamika yang berkembang di lingkungankampus juga dinilai penting dilakukan agar marwah institusi pendidikantetap terpelihara. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuatkembali budaya akademik yang menjunjung tinggi kejujuran, independensi, serta tanggung jawab moral.
Kritik terhadap pemerintah merupakan bagian yang tidak terpisahkan darikehidupan demokrasi. Didi Mahardhika berpandangan bahwa kritik akanmemberikan manfaat apabila disampaikan secara objektif, berbasis data, dan tidak dipengaruhi kepentingan politik praktis yang dapat menggesertujuan utama gerakan mahasiswa.
Gerakan mahasiswa juga dinilai memiliki fungsi strategis untukmengawasi, memberikan masukan, serta mengevaluasi pelaksanaanberbagai program pemerintah. Pendekatan tersebut akan menghasilkanhubungan yang konstruktif antara pemerintah dan kalangan akademisisehingga setiap kebijakan dapat terus disempurnakan sesuai kebutuhanmasyarakat.
Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Bersatu melalui Juru Bicara BEM Bersatu, Rahmat Djimbula, turut mengingatkan pentingnya menjagaindependensi gerakan mahasiswa dari berbagai bentuk intervensieksternal. Organisasi tersebut menyampaikan adanya dugaan keterlibatanaktor politik praktis dalam sejumlah aksi demonstrasi yang menolakProgram Makan Bergizi Gratis.
Intervensi politik terhadap gerakan mahasiswa dinilai berpotensimengurangi kemurnian aspirasi yang seharusnya lahir dari proses kajianakademik. Kondisi demikian dapat menggeser fokus mahasiswa dariperjuangan memperjuangkan kepentingan rakyat menuju kepentingankelompok tertentu.
Komitmen menjaga independensi gerakan mahasiswa kemudianditegaskan kembali oleh BEM Bersatu melalui sikap organisasi yang menolak segala bentuk penunggangan politik praktis. Organisasi tersebutberpandangan bahwa mahasiswa harus tetap menjadi suara masyarakatyang bebas dari kepentingan elite politik.
Di sisi lain, independensi gerakan mahasiswa tidak berarti menghilangkanfungsi kritis terhadap pemerintah. Justru dalam sistem demokrasi, mahasiswa memiliki peran strategis sebagai kekuatan moral yang menyampaikan kritik secara objektif, berbasis data, dan berorientasi pada kepentingan publik. Oleh karena itu, menjaga gerakan mahasiswa tetapbebas dari kepentingan politik praktis menjadi prasyarat agar setiapaspirasi yang disampaikan benar-benar lahir dari kajian akademik sertamampu memberikan kontribusi bagi penyempurnaan kebijakan publik.
Pemerintah pada dasarnya membutuhkan kritik yang objektif sebagaibagian dari proses penyempurnaan kebijakan publik. Masukan yang disusun berdasarkan riset, data, dan argumentasi akademik akanmembantu meningkatkan efektivitas berbagai program pembangunanyang sedang dijalankan.
Kemurnian aspirasi mahasiswa akhirnya menjadi kepentingan bersamaseluruh elemen bangsa. Kampus harus tetap menjadi ruang lahirnyapemikiran kritis yang independen, sedangkan mahasiswa perlumempertahankan idealisme agar setiap gerakan benar-benar berorientasipada kepentingan rakyat. Dengan komitmen tersebut, mahasiswa akantetap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal pembangunannasional sekaligus menjaga kualitas demokrasi Indonesia.
*) pemerhati sosial

