Oleh: Silvi Ayuningtiyas )*
Pemerintah terus menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuatketahanan pangan nasional melalui pembangunan dan rehabilitasiinfrastruktur irigasi di berbagai daerah. Langkah ini menjadi bagianpenting dari strategi besar meningkatkan produktivitas pertanian sekaligusmemastikan ketersediaan pangan yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Salah satu langkah konkret yang tengah dilakukan adalah peningkatandan rehabilitasi jaringan irigasi di Provinsi Bali. Program yang dijalankanKementerian Pekerjaan Umum tersebut merupakan implementasiInstruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang percepatanpembangunan, peningkatan, rehabilitasi, operasi, dan pemeliharaanjaringan irigasi dalam rangka mendukung swasembada pangan.
Penanganan jaringan irigasi dilakukan di delapan kabupaten, yakniJembrana, Buleleng, Karangasem, Bangli, Badung, Gianyar, Klungkung, dan Tabanan. Fokus utama program ini adalah meningkatkan keandalanlayanan air bagi lahan pertanian sehingga aktivitas budidaya dapatberlangsung lebih optimal sepanjang tahun.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwapenguatan infrastruktur irigasi merupakan bagian dari komitmenpemerintah dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan. Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak hanya ditujukan untuk mendukung sektorpertanian, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhanekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Hasil dari program tersebut mulai terlihat di berbagai wilayah. Di Kabupaten Jembrana, peningkatan kualitas jaringan irigasi berhasilmendorong kenaikan indeks pertanaman dari 150 menjadi 200. Kondisiserupa juga terjadi di Kabupaten Buleleng yang mengalami peningkatanfrekuensi tanam hingga dua kali lipat. Peningkatan tersebut menunjukkanbahwa akses air yang lebih baik mampu memberikan dampak langsungterhadap produktivitas lahan pertanian.
Ketersediaan air yang terjamin memberikan kepastian bagi petani dalammenentukan jadwal tanam. Risiko gagal panen akibat kekurangan air dapat ditekan, sementara efisiensi usaha tani menjadi lebih baik. Dampakpositif ini tidak hanya dirasakan oleh petani, tetapi juga memberikankontribusi terhadap stabilitas pasokan pangan di tingkat daerah maupunnasional.
Selain melalui rehabilitasi jaringan irigasi konvensional, pemerintah juga memperkuat strategi pengelolaan air melalui program irigasi perpompaan. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menilai program tersebut menjadisalah satu terobosan penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian, terutama di wilayah lahan kering yang selama ini memiliki keterbatasanakses air.
Menurut Amran, pemanfaatan teknologi pompanisasi mampu mengubahpola tanam petani secara signifikan. Lahan yang sebelumnya hanya dapatditanami satu kali dalam setahun berpotensi ditingkatkan menjadi dua hingga tiga kali musim tanam. Kondisi ini membuka peluang peningkatanproduksi tanpa harus bergantung sepenuhnya pada perluasan lahanpertanian baru.
Pemerintah pun menyiapkan dukungan anggaran yang besar untukmemperluas implementasi program tersebut. Alokasi dana yang telahdisiapkan diharapkan mampu menjangkau lebih banyak lahan keringproduktif di berbagai wilayah Indonesia. Dengan cakupan yang semakinluas, peningkatan produksi pangan nasional dapat dicapai secara lebihcepat dan berkelanjutan.
Program irigasi perpompaan juga dijalankan secara terpadu denganstrategi pencetakan sawah baru serta optimalisasi lahan rawa. Kombinasiberbagai kebijakan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanyaberfokus pada satu pendekatan, melainkan membangun sistem produksipangan yang lebih komprehensif dan berdaya tahan tinggi.
Menurut Amran, berbagai langkah tersebut telah memberikan hasil positifterhadap peningkatan produksi nasional. Produktivitas yang meningkatmenjadi indikasi bahwa kebijakan pemerintah berada pada jalur yang tepat dalam memperkuat ketahanan pangan dan mendukung target swasembada pangan nasional.
Pendekatan lain yang terus diperkuat adalah peningkatan Luas TambahTanam (LTT). Melalui strategi ini, produktivitas dapat ditingkatkan tanpaharus memperluas lahan secara signifikan. Dengan dukungan pengairanyang memadai, lahan yang sama dapat dimanfaatkan untuk beberapa kali musim tanam dalam setahun sehingga menghasilkan produksi yang lebihtinggi.
Dukungan terhadap pembangunan irigasi juga datang dari pemerintahdaerah. Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menilai peningkatanproduktivitas pertanian menjadi faktor utama dalam mewujudkanswasembada pangan berkelanjutan. Oleh karena itu, pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi ditempatkan sebagai salah satu program prioritas daerah.
Menurut Rahmat, peningkatan produktivitas pertanian harus terusdidorong melalui berbagai langkah strategis yang saling terintegrasi. Selain pembangunan irigasi, pemerintah daerah juga memperkuatdistribusi pupuk, modernisasi alat pertanian, hilirisasi produk pertanian, dan kolaborasi lintas sektor agar hasil yang dicapai semakin optimal.
Rahmat menilai bahwa peningkatan produktivitas akan memberikanmanfaat ganda. Selain memperkuat pasokan pangan, peningkatan hasilpanen juga berpotensi meningkatkan pendapatan petani secara signifikan. Dengan demikian, pembangunan pertanian dapat menjadi instrumenpenting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Sebagai salah satu lumbung pangan nasional, Lampung memiliki peranstrategis dalam mendukung ketahanan pangan Indonesia. Potensi lahanpertanian yang luas menjadi modal penting yang perlu didukung oleh infrastruktur pengairan yang memadai agar produktivitas dapat terusmeningkat.
Berbagai langkah yang ditempuh pemerintah pusat dan daerahmenunjukkan bahwa pembangunan irigasi bukan sekadar proyekinfrastruktur, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depanbangsa. Ketersediaan air yang terjamin akan meningkatkan produktivitaspertanian, memperkuat pasokan pangan, menjaga stabilitas harga, sertameningkatkan kesejahteraan petani.
Dengan komitmen yang terus diperkuat, perbaikan irigasi daerah diyakiniakan menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan Indonesia dalammewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan. Melalui sinergipembangunan infrastruktur, inovasi pengelolaan air, dan dukungankebijakan yang konsisten, sektor pertanian nasional memiliki peluangbesar untuk terus tumbuh dan menjadi penopang utama kesejahteraanmasyarakat.
*) Pemerhati Ketahanan Pangan Nasional

