Dorong Ketahanan Lingkungan dan Pangan, MAP FISIP Untirta Evaluasi dan Perkuat Program Kampung Iklim di Sadanta

Baca Juga

MINEWS, SERANG – Magister Administrasi Publik (MAP) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Kampung Sadanta, Desa Katulisan, pada Sabtu (23/5). Kegiatan ini difokuskan untuk menganalisis dan memperkuat Program Kampung Iklim (Proklim) melalui edukasi komprehensif, guna meningkatkan kesadaran lingkungan serta ketahanan masyarakat berbasis komunitas.

Ketua Program Studi MAP Untirta, Titi Stiawati, menguraikan bahwa inisiatif ini merupakan wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Ia memberikan apresiasi atas keterbukaan masyarakat setempat dalam menerima program akademik tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat Sadanta yang tergabung dalam Proklim. Kegiatan ini tidak hanya untuk mengimplementasikan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga menjadi ruang dialog untuk mengevaluasi dan berbagi ilmu bersama warga,” ungkap Titi dalam sambutannya.

Langkah akademisi Untirta ini selaras dengan rekam jejak Kampung Sadanta yang dinilai proaktif dalam menjaga kelestarian lingkungan. Ketua Harian Proklim Sadanta, Herdandi, memaparkan bahwa program di wilayahnya telah bergulir sejak 2021 dan menunjukkan progres yang terukur.

“Masyarakat terus mengevaluasi lingkungan sekitar sehingga Proklim Sadanta saat ini berhasil meraih berbagai penghargaan, di antaranya Juara 1 Pengelolaan Bank Sampah dan Juara 3 Ketahanan Pangan tingkat Kabupaten Serang,” jelas Herdandi.

Untuk memperluas wawasan warga, tim pengabdian menyusun sesi edukasi multisektor. Sesi pertama membedah ketahanan keluarga yang disampaikan oleh Adu Yusmuliani Lubis, mahasiswa Untirta sekaligus Penyuluh KB BKKBN Perwakilan Banten. Ia mengkritisi pola perencanaan keluarga di masyarakat dan menginstruksikan penerapan konsep “4T” (Jangan Terlalu Dekat, Jangan Terlalu Banyak, Jangan Terlalu Muda, dan Jangan Terlalu Tua).

Sesi selanjutnya menitikberatkan pada kelestarian lingkungan. Suci Kusumawati menganalisis bahaya sampah anorganik yang tidak terkelola dan menguraikan teknik mengubah limbah organik rumah tangga menjadi produk bernilai guna, seperti kompos dan eco-enzyme.

Sebagai bentuk intervensi konkret dalam mendukung ketahanan pangan warga, kegiatan ini diakhiri dengan pendistribusian 3.500 benih ikan lele. Selain itu, warga juga diajak untuk mempraktikkan langsung pembuatan media pupuk kompos dengan memanfaatkan limbah galon air minum.

Jajaran akademisi MAP Untirta yang turut mengawal dan mengawasi jalannya program pemberdayaan ini antara lain Rina Yulianti, Riny Handayani, Imah Maesaroh, serta Julianes Cadith.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Hadir Cepat Menjawab Gangguan Kelistrikan di Sumatera

Oleh: Diemas Kusuma )*Respons cepat pemerintah dalam menangani gangguan kelistrikan yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera menunjukkan keseriusan negaradalam menjaga stabilitas pasokan energi bagi masyarakat. Ketikagangguan sistem menyebabkan padamnya aliran listrik di beberapaprovinsi, pemerintah melalui koordinasi lintas kementerian bersama PT PLN (Persero) segera bergerak untuk memastikan pemulihanberlangsung maksimal. Langkah sigap tersebut menjadi bukti bahwasektor ketenagalistrikan nasional berada dalam pengawasan serius danditangani secara profesional.Gangguan sistem yang terjadi memang sempat menimbulkanketidaknyamanan bagi masyarakat. Aktivitas rumah tangga, layananpublik, hingga roda ekonomi di beberapa daerah terdampak mengalamihambatan. Namun pemerintah tidak membiarkan kondisi tersebutberlangsung berlarut. Koordinasi cepat dilakukan antara KementerianEnergi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Sekretariat Negara, danPLN guna memastikan penanganan berjalan efektif.Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menyampaikan bahwa pemerintahmemberikan perhatian serius terhadap gangguan sistem kelistrikantersebut. Menurutnya, pemerintah memahami gangguan ini menimbulkandampak terhadap aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di wilayahterdampak. Karena itu, Kementerian ESDM sebagai regulator danpengawas subsektor ketenagalistrikan terus mengawal proses pemulihanagar berlangsung cepat dan terukur.Yuliot juga memastikan bahwa investigasi teknis dilakukan secaramenyeluruh untuk mengetahui akar penyebab gangguan. Langkah inipenting agar pemerintah dapat menyiapkan strategi mitigasi yang tepatsehingga kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Pendekatantersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus padapenyelesaian jangka pendek, melainkan juga pada penguatan sistemsecara berkelanjutan.Pemerintah langsung menerjunkan tim inspektur ketenagalistrikan kelapangan sejak tahap awal terjadinya padam meluas. Tim tersebutdiperkuat secara bertahap untuk melakukan investigasi intensif danmemastikan seluruh proses pemulihan berjalan sesuai standar keamanansistem.Pengawasan dilakukan secara ketat agar pasokan listrik dapat kembaliandal dan aman bagi masyarakat. Pemerintah juga menyiapkan langkahstrategis yang menitikberatkan pada penguatan backbone sistemkelistrikan Sumatera melalui pembangunan pembangkit baru sertapengembangan transmisi berkapasitas besar.Selain penguatan jaringan utama, pemerintah mendorong kesiapaninfrastruktur blackstart agar proses pemulihan dapat berlangsung lebihcepat apabila gangguan besar kembali terjadi. Langkah ini mencerminkanvisi jangka panjang pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi di Pulau Sumatera.Di tingkat operasional, PT PLN bergerak cepat mengerahkan seluruhpersonel teknis. Sejak gangguan terdeteksi, petugas langsung melakukanasesmen, pemulihan sistem transmisi dan gardu induk, sertamengaktifkan kembali pembangkit secara bertahap dan terkoordinasi.Indikasi awal menunjukkan gangguan berasal dari sistem transmisi 275 kV jalur Muara Bungo-Sungai Rumbai di Jambi yang diduga dipengaruhikondisi cuaca buruk. Gangguan tersebut kemudian memicuketidakstabilan frekuensi dan tegangan sehingga berdampak padasejumlah pembangkit di berbagai wilayah Sumatera.Meski menghadapi tantangan teknis yang kompleks, PLN mampumenunjukkan progres pemulihan yang signifikan. Kerja cepat para petugas di lapangan menjadi bukti kesiapan sistem nasional dalammenghadapi situasi darurat.Di Sumatera Barat, proses pemulihan berjalan cepat. General Manager PLN...
- Advertisement -

Baca berita yang ini