Mata Indonesia, JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) terus memperluas jangkauan Program Sekolah Rakyat sebagai upaya strategis meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Program ini ditargetkan mampu menjangkau lebih dari 100 ribu siswa pada 2027.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa peningkatan jumlah penerima manfaat dilakukan secara bertahap. Pada 2026, jumlah peserta ditargetkan menembus lebih dari 30 ribu siswa. Jika ditambah sekitar 15 ribu siswa dari tahun ajaran sebelumnya, total penerima manfaat pada akhir 2026 diproyeksikan mencapai sekitar 46 ribu siswa.
“Pemerintah akan terus memperluas jangkauan program Sekolah Rakyat. Tahun ini target kita menembus 30 ribu siswa, dan tahun depan kita tingkatkan menjadi lebih dari 100 ribu siswa,” ujarnya.
Program ini merupakan bagian dari prioritas nasional yang diarahkan oleh Presiden Prabowo Subianto, dengan fokus pada anak-anak yang masuk dalam desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), khususnya mereka yang putus sekolah atau berisiko tinggi tidak melanjutkan pendidikan.
Saifullah menegaskan, Sekolah Rakyat tidak hanya memberikan pendidikan formal berbasis learning management system (LMS), tetapi juga pembinaan karakter melalui sistem berasrama. “Mereka dipersiapkan menjadi agen perubahan bagi diri, keluarga, dan Indonesia. Melalui program ini, anak-anak mendapatkan jalan perubahan melalui pendidikan terpadu,” katanya.
Untuk mendukung peningkatan jumlah peserta, pemerintah menargetkan pembangunan gedung permanen di lebih dari 100 titik pada tahun ini. Dalam jangka panjang, setiap kabupaten dan kota ditargetkan memiliki minimal satu Sekolah Rakyat dengan kapasitas hingga 1.000 siswa dari jenjang SD hingga SMA.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo menegaskan komitmen jajarannya dalam mempercepat pembangunan infrastruktur program tersebut. Ia meminta seluruh pihak bekerja maksimal agar pembangunan selesai tepat waktu dan berkualitas.
“Kita enggak punya ide, tetapi kita dikasih kepercayaan untuk mewujudkan ide ini harusnya kita bersemangat 45, kalau perlu mati di lapangan sana agar sekolah ini terbangun on time dengan kualitas yang bagus,” ujarnya.
Dody menambahkan bahwa Sekolah Rakyat merupakan gagasan strategis untuk mempersiapkan generasi emas Indonesia. “Sekolah Rakyat nantinya untuk adik-adik kita yang prasejahtera. Inilah generasi emas kita nanti, paling enggak di tahun 2045,” katanya.
Di tingkat daerah, dukungan juga terus menguat. Pemerintah Provinsi Jawa Timur tercatat sebagai wilayah dengan jumlah Sekolah Rakyat terbanyak, yakni 26 unit hingga April 2026. Kepala Dinas Sosial Jawa Timur, Restu Novi Widiani, memastikan komitmen daerah dalam mendukung program nasional tersebut. “Support Pemprov Jatim terhadap program nasional itu terus berjalan,” tegasnya.
Selain menyediakan lahan dan bangunan, Pemprov Jawa Timur juga mendukung operasional sekolah melalui penyediaan fasilitas, tenaga pengelola, hingga rencana penempatan guru agama di setiap lokasi. Sinergi pusat dan daerah ini diharapkan mampu mempercepat pemerataan akses pendidikan sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.

