Aparat Gabungan di Kabupaten Puncak Evakuasi Pengungsi Korban Penembakan KKB di Distrik Sinak

Baca Juga

MataIndonesia, PUNCAK – Aparat gabungan TNI bersama pemerintah daerah bergerak cepat mengevakuasi warga sipil yang menjadi korban penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Evakuasi dilakukan untuk memastikan keselamatan masyarakat sekaligus memberikan penanganan medis kepada korban terdampak insiden tersebut.

Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Tri Purwanto mengatakan, aparat langsung dikerahkan begitu menerima laporan adanya penembakan yang menyasar warga sipil. Menurutnya, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap penanganan situasi keamanan di wilayah tersebut. “Aparat TNI bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Puncak Jaya bergerak cepat mengevakuasi warga sipil yang menjadi korban penembakan oleh kelompok bersenjata di Distrik Sinak, Papua Tengah. Masyarakat sipil seharusnya menjadi pihak yang dilindungi dalam situasi apa pun,” ujarnya.

Ia menegaskan tindakan kekerasan terhadap warga sipil tidak dapat dibenarkan. Saat ini korban telah dievakuasi ke lokasi aman untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan. Pihaknya juga mengimbau masyarakat tetap waspada serta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan kejadian serupa di lingkungan masing-masing.

Di sisi lain, upaya pengamanan juga terus dilakukan oleh Tim Patroli Keamanan Satgas Koops TNI Habema di sejumlah distrik rawan, termasuk Distrik Kembru. Kapen Koops TNI Habema, Letkol Inf Wirya Arthadiguna, menyampaikan bahwa patroli dilakukan secara terukur guna memastikan stabilitas keamanan. “Dengan kembalinya warga ke Distrik Kembru, diharapkan kehidupan masyarakat dapat segera pulih dan aktivitas sehari-hari dapat berjalan normal kembali,” tuturnya.

Iklan

Ia menjelaskan Tim Patroli Keamanan Satgas Koops TNI Habema terus melakukan patroli dan pengamanan sesuai aturan di sekitar wilayah Distrik Kembru. Aparat juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi serta segera melapor apabila menemukan hal-hal mencurigakan.

Hasil patroli tersebut membuahkan perkembangan positif. Sejumlah warga dilaporkan mulai kembali ke Kampung Kembru setelah sebelumnya mengungsi akibat intimidasi yang diduga dilakukan kelompok TPNPB OPM Kodap III/Puncak. Kepulangan warga berlangsung bertahap dengan pendampingan aparat. Warga yang kembali tampak membawa bendera Merah Putih sebagai simbol kecintaan terhadap NKRI.

Seorang warga Distrik Kembru mengatakan kepulangan tersebut mencerminkan harapan masyarakat untuk hidup damai. “Kami ingin hidup tenang di tanah kami sendiri, dengan membawa bendera merah putih, kami menunjukkan bahwa kami tetap setia dan berharap ada perlindungan dari pemerintah,” ujarnya.

Pemerintah daerah setempat menyatakan kondisi keamanan mulai berangsur kondusif dan akan terus berkoordinasi dengan aparat guna menjamin keselamatan warga serta mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat pascakejadian.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Kepuasan Publik dan Legitimasi Program MBG

Oleh : Rivka Mayangsari*)Dukungan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tetap terjaga di...
- Advertisement -

Baca berita yang ini