Ketahanan Ekonomi RI Jadi Penopang Hadapi Geopolitik

Baca Juga

Mata Indonesia, Jakarta – Pemerintah menegaskan bahwa ketahanan ekonomi nasional menjadi faktor utama dalam menghadapi meningkatnya ketegangan geopolitik dan volatilitas pasar global.

Di tengah dinamika tersebut, fundamental ekonomi Indonesia dinilai tetap kuat dan mampu meredam berbagai tekanan eksternal.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, menyampaikan bahwa pemerintah terus mencermati perkembangan global sembari memastikan kondisi domestik tetap stabil. Ia menegaskan bahwa berbagai pandangan masyarakat menjadi bagian penting dalam penyusunan kebijakan.

“Kami menghormati berbagai pandangan dari masyarakat, perlu kami tambahkan bahwa Pemerintah memastikan bahwa kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini tetap kuat dan resilian, ditopang oleh beberapa faktor utama,” ujar Haryo.

Menurutnya, stabilitas makroekonomi tetap terjaga dengan pertumbuhan ekonomi 2025 mencapai 5,11 persen (yoy) dan inflasi yang berada dalam target. Konsumsi domestik masih menjadi motor utama pertumbuhan, diperkuat oleh stimulus fiskal dan program bantuan sosial.

Pemerintah juga memperkuat bantalan ekonomi melalui ketahanan pangan dan energi, termasuk pencapaian swasembada sejumlah komoditas dan surplus energi dari program biodiesel.

Langkah transformasi ekonomi terus didorong melalui hilirisasi industri, investasi, serta pengembangan energi baru terbarukan dan kendaraan listrik.

“Kami akan terus menjaga stabilitas dan memastikan kebijakan yang diambil adaptif terhadap perkembangan global, sehingga perekonomian nasional tetap tumbuh positif dan berkelanjutan,” tegas Haryo.

Sementara itu, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap mampu menghadapi gejolak global. Ia menekankan bahwa ruang fiskal masih tersedia sebagai bantalan ekonomi.

“Kami selalu menjaga anggaran berkesinambungan dan dengan itu pun kami masih mempunyai ruangan untuk memberi cushion atau bantalan terhadap gejolak perekonomian dunia,” ujar Purbaya.

Ia menambahkan bahwa defisit anggaran tetap terkendali hingga akhir tahun.

“Anggaran kita sekarang sampai akhir tahun pun tetap berkesinambungan dan defisitnya masih terkendali,” jelasnya.

Purbaya juga menegaskan bahwa pemerintah telah mengantisipasi secara matang seluruh dinamika fiskal hingga akhir tahun, sehingga kondisi anggaran tetap terkendali dan tidak menimbulkan kekhawatiran di kalangan publik maupun pelaku pasar.

“Teman-teman media dan masyarakat tidak perlu khawatir defisitnya tidak terkendali dan anggarannya morat-marit. Kita kendalikan dengan baik semuanya dan kita sudah hitung sampai dengan akhir tahun,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Gerai Koperasi Merah Putih sebagai Penghubung Ekonomi Desa

Oleh: Citra Kurnia Khudori)*Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) hadir sebagai wajah barupenguatan ekonomi desa yang semakin terorganisir, modern, dan berdaya saing. Inisiatif ini tidak hanya membangun unit usaha, tetapi juga menciptakan ekosistemdistribusi yang lebih efisien dengan memperpendek rantai ekonomi dari produsenlangsung ke konsumen, sehingga nilai tambah dapat dirasakan lebih optimal oleh masyarakat desa.Keberadaan gerai koperasi menjadi sarana strategis dalam memperluas aksespasar bagi pelaku usaha lokal. Produk-produk unggulan desa kini memiliki kanaldistribusi yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan, membuka peluang peningkatanskala usaha sekaligus memperkuat posisi ekonomi masyarakat. Melalui pendekatanini, KDKMP berperan sebagai penggerak utama ekonomi kerakyatan yang mendorong kemandirian dan pertumbuhan ekonomi dari tingkat desa.Lebih dari itu, Gerai KDKMP merepresentasikan semangat kemandirian ekonomiberbasis gotong royong. Dengan pengelolaan yang tepat, gerai ini berpotensimenjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi desa yang inklusif dan berkelanjutan.Untuk diketahui, hingga akhir Maret 2026, pembangunan KDKMP menunjukkanprogres signifikan. Puluhan ribu titik kini telah memasuki tahap Pembangunan. Sementara itu, lebih dari 3.000 unit sudah rampung dan siap dimanfaatkanmasyarakat dalam waktu dekat. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan, dalamwaktu dekat pemerintah akan mulai mendistribusikan berbagai komoditas untukmengisi unit-unit KDKMP tersebut. Ia berharap KDKMP menjadi pusat distribusipangan dan kebutuhan masyarakat di tingkat desa....
- Advertisement -

Baca berita yang ini