Mata Indonesia, Yogyakarta — Majelis Tafsir Al-Qur’an (MTA) Kota Yogyakarta terus memperkuat kegiatan dakwah dan sosial menjelang Idul Fitri 1447 H. Guru Daerah MTA Kota Yogyakarta, Setyawan Jayantoro, menyampaikan bahwa berbagai program keagamaan dilaksanakan untuk mempererat ukhuwah serta meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap Al-Qur’an dan Sunnah.
Salah satu kegiatan rutin yang dilaksanakan adalah program nafar, yakni silaturahmi dan dakwah selama lima hari oleh anggota MTA dari pusat ke berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, pada pekan terakhir Ramadan warga MTA juga melaksanakan i’tikaf di masjid-masjid yang dikelola atau digunakan oleh warga MTA.
Di luar Ramadan, MTA menyelenggarakan kajian tafsir Al-Qur’an secara rutin setiap pekan yang terbuka untuk masyarakat umum.
Selain dakwah, MTA juga aktif dalam bidang pendidikan dan kegiatan sosial. Di DIY, MTA mengelola lembaga pendidikan tingkat taman kanak-kanak, yaitu TK MTA yang berlokasi di Turi, Kabupaten Sleman.
Organisasi ini juga terlibat dalam kegiatan kemanusiaan seperti penanggulangan bencana, kegiatan relawan dan Search and Rescue (SAR), serta donor darah yang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI). Dalam isu kemanusiaan global, MTA turut menunjukkan kepedulian terhadap Palestina melalui penggalangan dana dan bantuan sosial.
Terkait penentuan Idul Fitri, MTA berpegang pada prinsip rukyat atau pengamatan hilal, meskipun dalam praktiknya sering bertepatan dengan keputusan pemerintah. Setyawan menambahkan bahwa MTA juga menjaga hubungan baik dengan berbagai organisasi dan komunitas masyarakat dalam semangat toleransi dan kerja sama.
