Viral! Ngaku Nikah dengan Kuntilanak Sampai Punya 2 Anak, Pria Ini Tewas Usai Beritahu Keluarganya

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Cerita mistis masih lekat dengan sebagian besar masyarakat Indonesia. Bahkan di tengah era modern seperti sekarang, masih ada saja masyarakat yang percaya pada makhluk-makhluk gaib.

Seperti kisah pria bernama Simon Talan ini yang belakang viral dan menghebohkan publik. Pada Selasa, 27 Agustus 2019 malam Simon Talan membuat pengakuan mengejutkan jika dirinya telah kawin dengan kuntilanak dan memiliki 2 orang anak, satu laki-laki dan satu perempuan.

Simon pun mengaku pada keluarganya jika sang kuntilanak meminta tumbal. Namun karena ia tak ingin ada anggota keluarganya yang jadi tumbal, maka Simon memutuskan untuk menjadikan dirinya sendiri sebagai tumbal.

Pada Rabu paginya, Simon pun tiba-tiba menghilang. Menurut cerita salah satu anggota keluarganya, Selasa malam Simon meminta pulang kembali ke rumahnya di EMbung Toblopo.

Simon bahkan sempat ngamuk merobek-merobek sarung bantal dan memaksa untuk pulang. Sampai akhirnya keluarga memanggilkan pemuka agama untuk mendoakan Simon.

Rabu pagi sekitar pukul 05.30 WITA, keluarga mengantarkan Simon kembali ke rumahnya. Setelah itu, kabarnya Simon sempat berdiam diri di rumah sebelum akhirnya pergi keluar dari rumah.

Selang beberapa lama, ia dikabarkan hilang dan mendadak ditemukan tewas mengambang di Embung Toblopo, Soe, NTT. Diduga Simon Talan bunuh diri di tempat pemancingan tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Kolaborasi Lintas Sektor Mempercepat Listrik Desa

Oleh : Antonius UtomoDi era peradaban modern saat ini, ketersediaan energi listrik telah melampaui fungsinya sebagaisekadar sumber penerangan semata. Khususnya di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal(3T), listrik merupakan infrastruktur dasar sekaligus prasyarat utama bagi terwujudnya keadilansosial, pemerataan akses pendidikan, peningkatan kualitas layanan kesehatan, dan akselerasitransformasi digital. Oleh karena itu, perluasan akses kelistrikan hingga ke pelosok desa bukansekadar program pembangunan biasa, melainkan agenda strategis nasional yang mendesakdiselesaikan demi memastikan tidak ada satu pun warga negara yang tertinggal dalam aruskemajuan zaman.Capaian pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) patutdiapresiasi secara memadai. Berdasarkan data terbaru, rasio elektrifikasi di Indonesia berhasilmenyentuh angka 99,83 persen pada triwulan pertama tahun 2026. Meski secara statistik makropencapaian tersebut menunjukkan keberhasilan yang sangat signifikan, sisa persentase sebesar0,17 persen sama sekali tidak boleh diabaikan. Angka tersebut pada hakikatnyamerepresentasikan masyarakat di wilayah geografis yang penuh tantangan, mulai pegununganterpencil hingga pulau terluar, yang masih menantikan kelistrikan. Hal ini menuntut kehadirannegara secara utuh untuk memastikan pemerataan pembangunan, menembus batas isolasi yang menghambat perbaikan tingkat kesejahteraan mereka.Langkah proaktif untuk menjangkau wilayah-wilayah tersulit tersebut terefleksikan dengansangat jelas dalam penyelenggaraan Alignment Forum Program Listrik Desa pada bulan Juli...
- Advertisement -

Baca berita yang ini