Wakil Ketua MPR RI Gelar Silaturahmi Temu Tokoh Nasional di Gorontalo

Baca Juga

Mata Indonesia, Jakarta – Wakil Ketua MPR, Prof. Dr. Ir. H Fadel Muhammad, menggelar silaturahmi temu tokoh nasional, keagamaan, dan civitas akademika di Kelurahan Dembe Jaya, Kota Gorontalo, pada Senin (8/1). Pada kesempatan tersebut, Fadel Muhammad menuturkan, bila sebuah daerah ingin maju maka harus memberdayakan masyarakat.

“Paling utama adalah memberdayakan masyarakat. Kalau daerah ingin maju harus berdayakan masyarakat. Harus ada yang diperbuat untuk rakyat. Kita berdayakan mereka. Kita bantu mereka,” ujar Fadel Muhammad.

Fadel juga mendengarkan keluhan dan aspirasi masyarakat, di antaranya keluhan para petani karena kesulitan mendapatkan pupuk dan bahan bakar minyak (BBM) untuk traktor, dan persoalan mensejahterakan buruh.

Menjawab aspirasi dan keluhan tersebut, Fadel menyampaikan, ketika memimpin Provinsi Gorontalo pada 20 tahun lalu, anggaran sangat terbatas. “Saya memfokuskan yaitu pertama pembangunan sumber daya manusia, antara lain membangun sekolah, memberikan beasiswa, mengirim mahasiswa melanjutkan pendidikan di dalam dan luar negeri. Pembangunan sumber daya manusia menjadi prioritas pertama,” ungkapnya.

Kedua, mengembangkan pertanian, khususnya tanaman jagung. Petani mendapatkan benih dan pupuk. “Ketika panen, saya membeli dan ikut memasarkan produksi jagung hingga ke Malaysia. Masyarakat antusias menanam jagung karena harganya cukup tinggi. Karena itu, masyarakat mendapatkan penghasilan dan bisa meningkatkan kesejahteraan. Dengan memberdayakan masyarakat maka ekonomi akan tumbuh. Ekonomi akan tumbuh kalau kita memberdayakan masyarakat. Inilah yang berbeda dengan periode sesudah saya menjadi gubernur,” papar Fadel.

Fadel menilai, saat ini  pertanian dan perikanan kurang menjadi fokus pembangunan di Gorontalo. Anggaran lebih banyak terserap untuk pembangunan infrastruktur seperti jalan. Pertanian dan perikanan mulai mengalami penurunan. “Kita harapkan Gubernur Gorontalo nanti bisa meneruskan kemajuan pertanian dan perikanan,” ujarnya.

Fadel Muhammad menambahkan Provinsi Gorontalo perlu melakukan lompatan besar (quantum leap). “Kalau berjalan biasa-biasa saja, satu langkah, dua langkah, maka tidak akan terasa. Tetapi kita harus melakukan langkah besar,” jelasnya.

Salah satu langkah besar itu adalah dengan menjadikan Provinsi Gorontalo sebagai lumbung pangan nasional. Saat ini sedang dilakukan studi kelayakan bersama IPB. Kabupaten Pohuwato yang memiliki lahan subur dan luas menjadi pusat pertanian dan perikanan.

“Saya mengajak masyarakat, tokoh-tokoh masyarakat untuk terus membangun Gorontalo agar provinsi ini bisa lebih maju. Kita masih tertinggal dari provinsi-provinsi lain,” pungkasnya.

(MPR RI)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hilirisasi untuk Ekonomi yang Lebih Sejahtera

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Transformasi ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir semakinmenunjukkan arah yang jelas, yaitu dengan memperkuat nilai tambah sumber dayaalam melalui strategi hilirisasi. Kebijakan ini bukan sekadar agenda industrialisasibiasa, melainkan fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.  Dalam konteks ekonomi global yang semakin kompetitif, langkah pemerintahmempercepat hilirisasi menjadi salah satu strategi paling rasional untuk memastikankekayaan alam Indonesia benar-benar memberi manfaat optimal bagi masyarakat. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya untuk memperkuat peranPerusahaan Mineral Nasional (Perminas) sebagai instrumen negara dalammengelola sumber daya mineral secara lebih terintegrasi. Langkah ini sangat penting mengingat selama bertahun-tahun Indonesia lebihbanyak mengekspor bahan mentah tanpa nilai tambah yang signifikan. Denganpenguatan Perminas, pemerintah ingin memastikan bahwa pengelolaan mineral tidak lagi berhenti pada aktivitas eksplorasi dan penambangan, tetapi dilanjutkanhingga tahap pengolahan industri bernilai tinggi di dalam negeri. Presiden menekankan bahwa penguatan Perminas akan menjadi kunci bagiterciptanya pengelolaan sumber daya mineral yang lebih terpadu. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi mampu berkembangmenjadi pusat produksi dan inovasi industri mineral di tingkat global. Langkah inisemakin relevan jika melihat tren investasi nasional. Data terbaru menunjukkanbahwa sektor hilirisasi menyumbang sekitar Rp584,1 triliun atau 30,2 persen daritotal realisasi investasi nasional pada 2025. Angka tersebut mencerminkan bahwatransformasi ekonomi berbasis nilai tambah mulai memberikan dampak nyata bagipertumbuhan ekonomi. Selain penguatan kelembagaan, pemerintah juga mendorong pembangunaninfrastruktur industri melalui pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK). Pemerintah saat ini tengah menunggu persetujuan Presiden atas pembentukanenam KEK baru yang akan difokuskan pada industri berbasis energi dan manufakturberteknologi tinggi. Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, menjelaskan bahwa seluruh kajian teknis telah rampung dan kinimenunggu keputusan presiden. Ia mengatakan pihaknya sedang mengusulkan adaenam KEK baru yang akan diresmikan atau disetujui oleh Presiden. Keenamkawasan tersebut akan tersebar di berbagai wilayah strategis, termasuk Kalimantan, Sulawesi, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Fokus industrinya meliputi pengembangankendaraan listrik, smelter pengolahan mineral strategis seperti nikel, hinggapengembangan energi hijau. Strategi ini tidak hanya memperkuat hilirisasi, tetapijuga menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah. Secara kinerja,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini