PDIP Usung Ahok untuk Pilwalkot Surabaya 2020?

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok digadang-gadang bakal diusung oleh PDIP untuk maju dalam Pemilihan Wali Kota Surabaya 2020 nanti. Namun, diketahui, mantan Gubernur DKI Jakarta ini pernah tersangkut masalah hukum dan dipenjara.

Politikus PDIP Eva Kusuma Sundari menanggapi hal tersebut. Menurutnya meski Ahok merasa dirinya mustahil maju ke Pilwalkot Surabaya, namun PDIP menyatakan hal itu masih mungkin terjadi. “Masih terbuka peluang lah. Ngapain ditutup,” katanya.

Menurut Eva, tak ada yang boleh menghalangi hak politik seseorang asalkan sesuai aturan yang berlaku. Apalagi, kini Ahok adalah kader PDIP. Orang luar partai banteng moncong putih saja bisa diusung PDIP menjadi calon kepala daerah.

Tentu saja, ‘hukum pasar’ berlaku. Bila Ahok dikehendaki publik untuk memimpin suatu daerah maka PDIP tentu bakal menyadarinya. Namun PDIP belum memastikan apakah Ahok akan diusung ke Pilwalkot Surabaya 2020 atau tidak.

Sebagaimana diketahui, Ahok pernah menjadi narapidana, dipenjara selama 20 bulan. Eva menilai itu bukan halangan, karena menurutnya kasus itu tak bisa dilepaskan dari situasi politik. Itu tak akan mengakhiri karier politik Ahok.

“Tidak ada ‘dead end’ dalam politik. Semua orang tahu lah dia punya kapasitas dan kapabilitas. Sabar saja lah,” kata Eva.

Ahok disebut-sebut akan maju dalam Pilwali Surabaya 2020. Ahok sempat memberikan komentarnya usai Seminar Wawasan Kebangsaan bertema ‘Dari Aku, untuk Indonesiaku’ yang digelar UK Petra, Surabaya. Dia merasa mustahil dicalonkan menjadi Wali Kota Surabaya.

“Saat ini saya ditugaskan partai untuk mengajar di sekolah politik. Nah sekarang harus ke NTT. Jadi tidak ada partai menugaskan saya jadi wali kota Surabaya” katanya.

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih sebagai Penghubung UMKM dan Pasar

*) Oleh: Dimas Eka PermanaKoperasi Merah Putih hadir sebagai jawaban atas kebutuhan mendesak untukmenjembatani kesenjangan antara pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan akses pasar yang selama ini belum sepenuhnya inklusif. Dalam strukturekonomi nasional, UMKM merupakan tulang punggung yang menyerap tenaga kerjadan menjaga stabilitas ekonomi di tingkat akar rumput. Namun demikian, keterbatasan akses distribusi, permodalan, serta lemahnya integrasi dalam rantaipasok kerap menjadi penghambat utama. Oleh sebab itu, transformasi koperasimenjadi penghubung strategis antara UMKM dan pasar menjadi langkah progresifyang tidak hanya relevan, tetapi juga krusial dalam memperkuat fondasi ekonomirakyat. Di tengah dinamika ekonomi global, pendekatan berbasis koperasi inimenunjukkan arah kebijakan yang berpihak pada pemerataan dan keberlanjutan.Menteri Koperasi Ferry Juliantono mendorong prioritas produk UMKM masuk ke geraiKoperasi Desa Merah Putih memperlihatkan keberpihakan kebijakan yang konkretdan terukur. Kebijakan ini tidak hanya membuka ruang pemasaran, tetapi jugamembangun sistem distribusi yang lebih adil bagi pelaku usaha kecil. Denganmenempatkan koperasi sebagai simpul distribusi, produk UMKM memiliki peluanglebih besar untuk menjangkau konsumen secara luas tanpa harus menghadapipersaingan yang timpang. Selain itu, penguatan koperasi yang berdampak langsungpada ekonomi warga mencerminkan orientasi pembangunan yang berbasiskesejahteraan kolektif. Dalam kerangka tersebut, koperasi tidak lagi berfungsi secarakonvensional, melainkan berkembang menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang produktif.Lebih jauh, dorongan agar gerakan koperasi masuk ke sektor UMKM menegaskanpentingnya integrasi antara kelembagaan koperasi dan aktivitas usaha produktifmasyarakat. Ketika koperasi terlibat langsung dalam proses produksi hinggadistribusi, maka efek ekonomi yang dihasilkan menjadi lebih luas dan berlapis. Hal inimenciptakan multiplier effect yang signifikan, mulai dari peningkatan pendapatanpelaku usaha hingga penguatan daya beli masyarakat. Di sisi lain, pengembangankoperasi sebagai pintu masuk untuk menghidupkan industri kecil di daerahmenunjukkan strategi yang berbasis potensi lokal. Dengan demikian, koperasi tidakhanya menjadi perantara ekonomi, tetapi juga katalisator bagi tumbuhnya industriberbasis kearifan lokal yang berdaya saing.Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menempatkan koperasi sebagaihub pendampingan ekonomi rakyat memperkuat dimensi kelembagaan dalampengembangan UMKM. Koperasi tidak hanya berfungsi sebagai tempat transaksi, tetapi juga sebagai ruang pembinaan, edukasi, dan peningkatan kapasitas usaha. Melalui pendampingan yang terstruktur, pelaku UMKM dapat meningkatkan kualitasproduk, efisiensi produksi, serta strategi pemasaran yang lebih adaptif. Selain itu, peran koperasi sebagai alternatif pembiayaan yang lebih sehat menjadi solusi atasketergantungan masyarakat terhadap skema pembiayaan informal yang berisikotinggi. Dengan demikian, koperasi mampu menghadirkan ekosistem ekonomi yang lebih stabil dan berkelanjutan bagi pelaku usaha kecil.Di sisi lain, pernyataan Ketua Umum Asosiasi Pedagang Kaki Lima dan UMKM Indonesia, Ali Mahsun, menegaskan pentingnya Koperasi Desa Merah Putih sebagaipusat aktivitas ekonomi desa. Kehadiran koperasi sebagai hub di tingkat desamemungkinkan terjadinya konsolidasi potensi ekonomi lokal yang selama ini tersebardan kurang terorganisir. Dengan adanya wadah yang terintegrasi, pelaku usaha dapatsaling terhubung, berkolaborasi, dan memperkuat jaringan distribusi di wilayahnyamasing-masing. Lebih dari itu, upaya menjaga perputaran uang tetap berada di desamenjadi strategi penting dalam mendorong kemandirian ekonomi lokal. Ketika potensiekonomi tidak keluar dari desa, maka dampak kesejahteraan dapat dirasakan secaralangsung oleh masyarakat setempat.Kemudian, konsep koperasi sebagai penghubung antara UMKM dan pasar jugamembuka peluang bagi digitalisasi ekonomi desa. Dalam era transformasi digital, koperasi dapat berperan sebagai agregator platform yang menghubungkan produklokal dengan pasar yang lebih luas melalui teknologi. Hal ini memungkinkan UMKM untuk tidak hanya bergantung pada pasar fisik, tetapi juga merambah pasar digital yang memiliki jangkauan lebih besar. Dengan dukungan infrastruktur dan literasidigital yang memadai, koperasi dapat menjadi motor penggerak digitalisasi UMKM...
- Advertisement -

Baca berita yang ini