10 Kampus Teknik Terbaik di Dunia, ITB Urutan Berapa Ya?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Teknik merupakan salah satu jurusan terfavorit di dunia. Bagaimana tidak, ilmu ini mempelajari mengenai implementasi dari berbagai teknologi baru dalam sektor teknik yang bertujuan untuk memudahkan hidup manusia. Ada banyak sekali lho, spesialisasi jurusan teknik terbaik di dunia ini. Apa aja ya?

Daftar 10 universitas dengan jurusan Teknik terbaik dunia menurut QS WUR 2022 

  1. Massachusetts Institute of Technology (MIT): 94,1
  2. Stanford University: 93,7
  3. Carnegie Mellon University (CMU): 93,1
  4. University of California Berkeley (UCB): 90,3
  5. University of Oxford: 89
  6. National University of Singapore (NUS): 88,4
  7. Harvard University: 88,1
  8. University of Cambridge: 87,6
  9. ETH Zurich – Swiss Federal Institute of Technology: 86,8
  10. École Polytechnique Fédérale de Lausanne (EPFL): 85,3

ITB sebagai kampus Teknik terbaik yang mendunia memang tidak masuk dalam 10 peringkat teratas. Tetapi pada 6 April 2022, Quacquarelli Symonds (QS) World University Ranking (WUR) telah merilis ranking universitas di dunia berdasarkan subyek, atau yang dikenal sebagai QS World University Ranking 2022.

Sebagai universitas berkelas dunia, Institut Teknologi Bandung (ITB) telah mendapatkan ranking di 4 dari 5 Broad Subjects serta 13 dari 51 Narrow Subjects yang ada pada QS.

Hal itu merupakan pencapaian yang baru, karena pada tahun lalu, ITB hanya terdaftar di 3 Broad Subjects Areas yang ada pada lembaga pemeringkatan QS.

Adapun dari keempat Broad Subject Areas tersebut, ITB meraih peringkat pertama di Indonesia untuk dua Broad Subject Areas untuk kategori Engineering and Technology dan Natural Sciences.

Engineering and Technology meraih peringkat pertama di Indonesia dan peringkat ke-179 dunia, dengan skor 72,6. Natural Sciences juga berhasil meraih peringkat pertama di Indonesia dan peringkat ke-372 dunia dengan skor 63,9.

QS World University Rankings (WUR) baru-baru ini telah merilis peringkat universitas dunia 2023. Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia meraih peringkat 235 dunia dengan poin 39,5 poin.

Capaian ini melesat naik dari tahun sebelumnya di peringkat 303. Menurut rilis QS WUR, secara keseluruhan, ITB mendapatkan kenaikan sebanyak 68 peringkat pada pemeringkatan QS WUR 2023. Bahkan sejak 2014, ITB naik 226 peringkat. Selama 10 tahun terakhir, peringkat ITB naik 8 kali dan hanya sekali turun.

Skor QS WUR berlandaskan pada enam indikator dengan persentasi berbeda, meliputi reputasi akademik (academic reputation 40%), reputasi pemberi kerja (employer reputation 10%), rasio mahasiswa fakultas (faculty student ratio 20%), sitasi penelitian per fakultas (citations per faculty 20%), rasio fakultas internasional (international faculty ratio 5%), dan rasio mahasiswa internasional (international students ratio 5%).

Berdasarkan data tersebut, secara global reputasi pemberi pekerja (employer reputation) memberikan dampak yang kuat bagi pemeringkatan ITB pada QS WUR 2023.

Reporter: Fadila Aliah Hakim

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Tata Kelola Koperasi Desa Semakin Solid Melalui Pengawasan dan Evaluasi Berkelanjutan

Oleh: Satria Putra )*Pemerintah terus menunjukkan komitmen kuat dalam memperkokoh tatakelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai fondasi barupenguatan ekonomi kerakyatan di tingkat akar rumput. Program inidirancang sebagai instrumen strategis untuk memperluas aksesmasyarakat desa terhadap layanan ekonomi yang lebih modern, terintegrasi, dan berkelanjutan. Dalam pelaksanaannya, pengawasan danevaluasi berkelanjutan menjadi elemen utama yang memastikan koperasimampu berkembang secara sehat, profesional, dan akuntabel.Penguatan tata kelola koperasi desa menjadi bagian dari agenda besartransformasi perkoperasian nasional yang tengah dijalankan pemerintah. Kementerian Koperasi memandang bahwa keberhasilan pembangunankoperasi tidak cukup hanya bertumpu pada pembentukan kelembagaan, tetapi juga pada kemampuan menghadirkan sistem pengawasan yang adaptif terhadap tantangan zaman. Karena itu, langkah percepatandigitalisasi menjadi pilihan strategis untuk memastikan pengelolaankoperasi berjalan lebih transparan dan efisien.Komitmen tersebut ditunjukkan melalui peresmian Command Center oleh Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, sebagai pusat kendali digital yang difokuskan mendukung penyelenggaraan Koperasi Desa/KelurahanMerah Putih. Kehadiran pusat pengawasan ini menandai babak baru tatakelola koperasi nasional yang berbasis data dan teknologi.Ferry menjelaskan bahwa Command Center dibangun sebagai sisteminformasi terpadu yang mengintegrasikan berbagai data operasionalkoperasi lintas lembaga, termasuk pengelolaan dana bergulir. Menurutnya, sistem tersebut merupakan bagian dari mandat besartransformasi koperasi nasional agar mampu berkembang lebih kompetitifsekaligus menjawab tuntutan modernisasi ekonomi desa.Digitalisasi, menurut Ferry, bukan sekadar pembaruan teknologi, melainkan instrumen untuk memperkuat kontrol kelembagaan. Melaluisistem ini, pelaporan dan pemantauan dapat dilakukan secara lebih cepatdan akurat. Pemerintah dapat menjangkau langsung perkembangankoperasi di berbagai daerah sehingga potensi kendala dapat terdeteksilebih dini.Keunggulan utama Command Center terletak pada kehadiran early warning system yang dirancang untuk mendeteksi persoalan secaracepat. Pendekatan ini memungkinkan langkah korektif dilakukan sebelumpermasalahan berkembang lebih luas. Dengan sistem pencegahan dini, pemerintah memastikan setiap dinamika operasional koperasi dapatdirespons secara terukur dan tepat sasaran.Selain itu, sistem ini memungkinkan pemantauan real-time terhadappelaksanaan pelatihan, aktivitas usaha, hingga perkembangankelembagaan koperasi desa. Model pengawasan berbasis data seperti inimemperlihatkan keseriusan pemerintah dalam membangun sistemevaluasi yang berkesinambungan dan tidak lagi bergantung pada laporanmanual yang seringkali terlambat.Ferry juga menegaskan bahwa penguatan koperasi desa tidak dapatdilakukan secara parsial. Karena itu, Command Center dirancangterhubung dengan berbagai kementerian dan lembaga, termasukKementerian Desa, Kejaksaan Agung, serta lembaga pengelola dana bergulir. Integrasi lintas sektor ini mencerminkan pendekatan kolaboratifpemerintah dalam menciptakan pengawasan menyeluruh.Kolaborasi tersebut menjadi fondasi penting dalam memastikan tata kelolakoperasi berjalan sesuai koridor hukum, administrasi, dan prinsipakuntabilitas publik. Pemerintah memahami bahwa koperasi desamemegang peran strategis dalam distribusi layanan ekonomi masyarakat, sehingga pengawasannya harus dilakukan secara terkoordinasi.Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi, Henra Saragih,menilai keberadaan Command Center akan menjadi landasan pentingbagi proses perencanaan, pengawasan, dan evaluasi yang lebih efektif. Iamenekankan bahwa penguatan infrastruktur digital, keamanan data, dankapasitas sumber daya manusia teknologi informasi menjadi syarat utamaterwujudnya ekosistem koperasi modern.Pandangan Hera memperlihatkan bahwa transformasi koperasi yang dilakukan pemerintah tidak bersifat seremonial. Langkah ini dibangunmelalui fondasi teknis yang matang agar sistem pengawasan berjalanberkelanjutan dan mampu menjawab kebutuhan lapangan secara nyata.Dukungan terhadap pendekatan pengawasan berlapis juga datang dariekonom CORE Indonesia, Dipo Satria Ramli. Ia menilai bahwa karakterKoperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang memadukan fungsi komersialdan sosial membutuhkan pembagian pengawasan lintas otoritas sesuaikewenangannya.Menurut Dipo, pengawasan terhadap aktivitas keuangan sepertipenyaluran kredit idealnya berada di bawah otoritas yang memilikikompetensi khusus di sektor jasa keuangan. Sementara itu, pengawasankelembagaan dan unit usaha tetap relevan berada dalam pembinaanKementerian Koperasi. Pendekatan ini dinilai akan memperkuatakuntabilitas serta mencegah potensi penyimpangan.Dipo juga menekankan pentingnya audit independen secara berkalasebagai instrumen pendukung evaluasi eksternal. Dengan audit...
- Advertisement -

Baca berita yang ini