Hendra Setiawan Kapten Tim Piala Thomas Indonesia

Baca Juga

MATA INDONESIA, BANGKOK – Hendra Setiawan dipercaya menjadi kapten tim Piala Thomas Indonesia. Sementara tim Piala Thomas dipimpin Nita Violina Marwah.

Kepastian Hendra dan Nita jadi pemimpin tim Thomas dan Uber Merah-Putih baru diputuskan ketika tim putra dan putri memulai latihan teknik perdana pada Kamis 5 Mei 2022. Bertempat di arena bulutangkis di lantai 4 Gedung Serbaguna Kantor Sekretaris Tetap Departemen Pertahanan Sri Saman, Bangkok, kedua nama itu diputuskan jadi pemimpin tim.

Hendra lebih dulu didaulat sebagai kapten tim Thomas pada sesi latihan pagi. Sementara Nita baru ditunjuk saat akan memulai latihan sore. Uniknya, kedua nama tersebut dipilih jadi kapten tim terjadi di hari istimewa yang bertepatan dengan hari ulang tahun ke-71 PBSI pada Kamis, 5 Mei 2022.

Nita ditunjuk sebagai kapten tim setelah rekan-rekannya di tim Uber memilihnya. Pelatih ganda putri, Prasetyo Restu Basuki pun, langsung memberikan mandat kepada Nita jadi kapten tim.

Nita, pemain kelahiran Majalengka, Jawa Barat, 25 Maret 2001 itu dipilih karena dinilai memiliki jiwa kepemimpinan di lapangan. Juga punya pengalaman sukses memenangi ajang beregu bersama tim Indonesia merebut juara BATC di Selangor, Februari silam.

“Saya tentu harus siap menerima tugas ini. Semoga saja saya mampu dan membawa tim Uber bisa kompak dan berprestasi semaksimal mungkin,” ujar Nita.

Sebelumnya, Hendra secara aklamasi kembali ditunjuk sebagai kapten tim Thomas. Para anggota tim, satu persatu menunjuk Hendra sebagai pemimpin tim Indonesia.

“Hendra jadi kapten usai dipilih para pemain. Dia memang pantas, selain paling senior, prestasinya juga paling komplet,” kata pelatih ganda putra, Herry Iman Pierngadi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini