Untuk Pertama Kalinya Kontingen Indonesia di SEA Games Didampingi Dua Chef de Mission

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Menpora Zainudin Amali menunjuk dua orang untuk mendampingi kontingen Indonesia yang akan berlaga di SEA Games 2021 Hanoi, Vietnam, 12-23 Mei 2022.

Menpora Amali menunjuk perwakilan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) atau NOC Indonesia menjadi Chef de Mission (CdM).

Ferry Kono sebagai Ketua CdM Kontingen SEA Games 2021 dan Sekjen KONI Ade Lukman sebagai Wakil Ketua. Menurut Menpora Amali, hal tersebut dilakukan berdasarkan perintah Undang-Undang nomor 11 Tahun 2022 Tentang keolahragaan bahwa pengiriman atlet ke luar negeri bukan saja urusan KOI, namun juga urusan KONI.

“Itulah sebabnya, merujuk pada Undang-Undang 11 tentang Keolahragaan, CdM SEA Games 2021 dipegang oleh dua orang. Satu dari Komite Olimpiade Indonesia (KO), karena tugasnya melakukan kegiatan-kegiatan luar negeri. Satu adalah dari KONI,” ujarnya.

“Ini akan kita jalankan secara konsisten, jadi tidak ada lagi ada yang merasa bahwa KONI lebih hebat dari KOI atau KOI lebih hebat dari KONI. Mereka harus beriringan sejalan,” katanya.

Ketua CdM Kontingen SEA Games SEA Games 2021, Ferry Kono menyampaikan ucapan terimakasih kepada pemerintah karwna telah dipercaya menjadi Ketua CdM Kontingen SEA Games 2021.

“Saya ucapkan terima kasih kepada pemerintah dan juga KOI yang telah mengamanatkan tugas sebagai CdM dan memang ini tidak mudah mengingat sisa waktunya tinggal kurang lebih 40 hari lagi,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua CdM Ade Lukman dengan kebersamaan KONI dan KOI akan menjadi satu kekuatan dalam meraih prestasi di SEA Games 2021.

“Jadi kebersamaan KONI, NOC dan pemerintah tentunya ini akan menjadi satu hal yang sangat positif dan memperkuat kontingen SEA Games Vietnam nanti,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini