Sebelum Meninggal, Ini Keinginan Terakhir Agung Hercules

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Kabar duka datang dari pedangdut sekaligus komedian Agung Hercules. Setelah sebulan dikabarkan sakit kanker otak, Agung Hercules meninggal dunia pada usia 51 tahun.

Kabar meninggalnya Agung salah satunya disampaikan oleh penulis Ali Suanto lewat akun Twitternya pada Kamis, 1 Agustus 2019.

“Inalillahi wa innaillaihi rajiun..Telah berpulang ke Rahmatullah, Mas Agung Herkules di RS Dharmais sore ini,” tulis Alit.

“Mohon doa teman2 agar Almarhum diberi tempat damai di sisi-NYA, serta keluarga Almarhum diberi kekuatan & ketabahan. Semasa hidup, Almarhum adalah orang baik. Al-fatihah,” lanjutnya.

Beberapa hari sebelum meninggal, tepatnya pada Minggu, 28 Juli 2019, Agung Hercules dan sang istri, Mira Rahayu sempat berbagi cerita seputar penyakit kanker yang diderita Agung di kanal Youtube Agung Hercules TV.

Dalam unggahan di kanal Youtube tersebut Agung sempat mengungkapkan rasa rindu pada hobinya yakni angkat barbel.

“Aku enggak boleh (angkat barbel) sama dokter,” ujar Agung.

“Belum boleh,” sambung Mira.

“Padahal udah kepengen banget ini (memeragakan gerakan angkat barbel). Seperti Agung yang dulu enggak bisa. Enggak boleh,” kata Agung.

Agung pun sempat mengatakan dirinya tak mau lagi dipanggil Agung Hercules lantaran kondisinya yang sakit. Ia ingin dirinya dipanggil dengan nama aslinya.

“Agung Santoso. Sekarang Agung Santoso aja ya,” kata Mira.

Selamat jalan, Agung Hercules!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Perkuat Diplomasi Energi Demi Wujudkan Swasembada Nasional

Oleh: Ahmad Fajar )*Pemerintah terus memperkuat diplomasi energi sebagai strategi utamadalam mewujudkan swasembada energi nasional. Langkah ini dinilaikrusial di tengah dinamika global yang semakin kompleks, terutama terkaitketidakpastian pasokan energi dunia dan meningkatnya kebutuhan energidomestik.Melalui pendekatan diplomasi yang aktif, pemerintah berupayamenempatkan Indonesia sebagai pemain strategis dalam rantai pasokenergi global. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, memanfaatkan forum internasional untuk memperkuat kerja sama yang berorientasi pada kepentingan nasional.Dalam forum Indo-Pacific Energy Security Ministerial and Business Forum di Tokyo, Bahlil menekankan pentingnya kolaborasi antarnegara dalammenghadapi tantangan energi global. Ia berpandangan bahwa kerja samayang saling menguntungkan menjadi kunci dalam menjaga stabilitaspasokan energi sekaligus memperkuat ketahanan nasional.Diplomasi energi tersebut diwujudkan melalui sejumlah kesepakatanstrategis dengan berbagai negara mitra. Bersama Jepang, Indonesia menjalin kerja sama di bidang mineral kritis dan energi nuklir yang diarahkan untuk memperkuat rantai pasok energi masa depan sertamendukung pengembangan teknologi energi bersih.Kesepakatan tersebut mencerminkan upaya pemerintah dalammengintegrasikan pengelolaan sumber daya alam dengan inovasiteknologi. Pemerintah membuka peluang kolaborasi bagi mitrainternasional untuk mengelola potensi mineral kritis Indonesia secarabersama, dengan tetap mengedepankan kepentingan nasional.Di kawasan Asia Tenggara, penguatan diplomasi juga dilakukan melaluikerja sama dengan Singapura. Pemerintah mematangkan rencanapengembangan kawasan industri hijau di Kepulauan Riau yang diharapkan menjadi pusat pertumbuhan energi bersih dan teknologiberkelanjutan di kawasan.Langkah serupa juga dilakukan melalui komunikasi intensif dengan Brunei Darussalam, yang difokuskan pada penguatan ketahanan pasokan energiserta pengembangan energi baru terbarukan. Pendekatan inimenunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berorientasi pada kerjasama global, tetapi juga memperkuat sinergi regional.Selain itu, kerja sama dengan Amerika Serikat turut diperluas melaluipengembangan teknologi ekstraksi lithium dari sumber panas bumi. Kolaborasi ini menjadi contoh konkret integrasi antara potensi energidomestik dengan kebutuhan global terhadap mineral strategis untukindustri energi bersih.Melalui diplomasi yang terarah,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini