UFC Bakal Wujudkan Rematch Khabib vs McGregor

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-Para pecinta olahraga tarung bebas masih berharap adanya pertandingan ulang antara Khabib Nurmagomedov dengan Conor McGregor. Nah, hal itu langsung mendapat respon dari Presiden UFC Dana White dan akan mempertimbangkannya.

Diketahui, Khabib berhasil mengalahkan McGregor dalam duel di UFC 229, 6 Oktober tahun lalu. Duel Khabib vs McGregor sendiri berlangsung panas lantaran banyaknya drama yang terjadi sebelum pertarungan digelar.

Ketika Khabib sudah dinyatakan sebagai pemenang, kericuhan kemudian terjadi setelah Khabib melompati pagar oktagon dan menyerang tim McGregor.

Setelah keduanya selesai menjalani hukuman, Khabib sudah langsung menyusun jadwal laga berikutnya dengan menghadapi Dustin Poirier. Sementara itu McGregor masih belum menunjukkan indikasi bakal menjalani pertarungan berikutnya.

White mengakui bahwa rematch Khabib lawan McGregor merupakan salah satu laga yang ditunggu oleh banyak penggemar UFC.

“Hal tersebut akan jadi laga yang luar biasa dan tentu saja laga tersebut tentu saja sangat mungkin dilakukan,” katanya.

White optimistis bahwa McGregor bakal kembali melangkahkan kaki ke Oktagon meskipun ia kini sudah memiliki kondisi finansial yang sangat stabil berkat bisnis di luar kehidupan sebagai petarung.

Khabib sendiri dinanti oleh banyak lawan setelah ia berhasil mengalahkan McGregor. Status Khabib sebagai petarung tak terkalahkan membuat dirinya jadi incaran petarung-petarung lainnya.

Tony Ferguson adalah petarung yang sudah lama berhasrat untuk menghadapi Khabib, begitu pula dengan Nate Diaz. Khabib sendiri menyatakan bahwa ia sudah sampai pada pengujung karier dan hanya akan menghadapi lawan-lawan yang dianggap pantas bertarung dengannya.

Terkait hal tersebut, McGregor dinilai tak lagi layak jadi lawan Khabib karena sudah terbukti menyerah. Untuk bisa kembali mendapatkan kesempatan rematch, Khabib menyatakan McGregor harus kembali membuktikan diri bahwa ia pantas diberi kesempatan tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Mendukung Instensifikasi Respons Dini Menekan Dampak PHK terhadap Masyarakat

*) Oleh : Prinsa AlisaDinamika perekonomian global yang masih diwarnai ketidakpastian memberikantantangan tersendiri bagi dunia usaha dan sektor ketenagakerjaan di Indonesia. Dalam situasi tersebut, pemerintah terus menunjukkan komitmennya untuk melindungimasyarakat melalui berbagai langkah strategis guna mengantisipasi dan meminimalkan dampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Upaya intensifikasirespons dini yang dilakukan pemerintah patut mendapatkan dukungan dari seluruhelemen masyarakat karena menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonominasional sekaligus melindungi kesejahteraan para pekerja dan keluarganya.Langkah respons dini yang diperkuat pemerintah menunjukkan adanya kesadaranbahwa potensi PHK harus diantisipasi sebelum berkembang menjadi permasalahansosial dan ekonomi yang lebih besar. Melalui pemantauan kondisi industri secaraberkelanjutan, penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, sertakomunikasi yang lebih intensif dengan pelaku usaha, pemerintah berupayamendeteksi berbagai potensi risiko sejak awal. Pendekatan ini menjadi penting karenapenanganan yang cepat dan tepat dapat mengurangi dampak yang dirasakan oleh pekerja maupun sektor usaha.Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Dirjen PHI dan Jamsos) Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (KemnakerRI), Indah Anggoro Putri menjelaskan pemerintah terus mendorong berbagaikebijakan yang bertujuan menjaga keberlangsungan dunia usaha agar tetap mampumempertahankan tenaga kerjanya. Berbagai insentif, kemudahan berusaha, hinggaupaya menjaga iklim investasi terus dilakukan untuk menciptakan ruang tumbuh bagisektor industri. Langkah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya fokuspada penanganan dampak setelah PHK terjadi, tetapi juga berupaya mencegahterjadinya PHK melalui penguatan daya tahan ekonomi dan dunia usaha.Selain itu, pengembangan program peningkatan keterampilan dan pelatihan kerjamenjadi salah satu bentuk nyata respons pemerintah dalam menghadapi perubahankebutuhan pasar tenaga kerja. Transformasi ekonomi dan perkembangan teknologimenuntut tenaga kerja memiliki kompetensi yang semakin adaptif. Melalui berbagaiprogram pelatihan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemerintahberupaya memastikan bahwa pekerja Indonesia tetap memiliki daya saing dan peluang kerja yang luas di tengah perubahan ekonomi yang berlangsung cepat.Dukungan terhadap respons dini pemerintah juga penting karena dampak PHK tidakhanya dirasakan oleh individu yang kehilangan pekerjaan, tetapi juga memengaruhikondisi ekonomi keluarga dan masyarakat sekitar. Ketika lapangan kerja dapatdipertahankan dan risiko PHK dapat ditekan, daya beli masyarakat akan tetap terjaga. Stabilitas konsumsi rumah tangga pada akhirnya akan mendukung pertumbuhanekonomi nasional yang lebih kuat dan berkelanjutan. Oleh karena itu, keberhasilanlangkah pemerintah dalam melakukan mitigasi risiko ketenagakerjaan akanmemberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.Pakar demografi dan ketenagakerjaan terkemuka dari Universitas Gadjah Mada(UGM), Tadjuddin Noer Effendi menjelaskan di tingkat daerah, penguatan respons dinidapat membantu pemerintah daerah dan pelaku usaha mengambil langkah antisipatifyang lebih efektif. Informasi yang diperoleh lebih cepat memungkinkan berbagai pihakmenyiapkan solusi sebelum terjadi gejolak ketenagakerjaan yang lebih besar. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memastikan setiap kebijakan dapat berjalansecara optimal dan tepat sasaran.Dukungan terhadap langkah pemerintah juga perlu diwujudkan melalui partisipasi aktifberbagai pemangku kepentingan....
- Advertisement -

Baca berita yang ini