Pemerintah Upayakan Pendekatan Kesejahteraan untuk Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat Papua

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pemerintah terus mengupayakan pendekatan kesejahteraan untuk membenahi gejolak yang ada di Papua. Metode yang menitikberatkan pada pendekatan tersebut juga akan dilakukan oleh Satgas Nemangkawi. Cara ini diharapkan bisa berjalan optimal dengan adanya perpanjangan masa tugas satgas tersebut.

Pengamat intelijen dan keamanan Stanislaus Riyanta menilai pendekatan kesejahteraan bisa meningkatkan kualitas hidup masyarakat Papua.

“Pendekatan kesejahteraan, budaya, ekonomi, bahkan politik perlu dilakukan, intinya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Papua. Kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah akan meningkat jika hal tersebut terwujud sehingga akan sulit dipengaruhi oleh KST Papua,” kata Stanislaus kepada Mata Indonesia News, Jumat 7 Januari 2021.

Sebelumnya, Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan menegaskan jika akan ada sedikit perubahan pada Operasi Nemangkawi. Satgas akan fokus untuk melakukan pendekatan kesejahteraan kepada masyarakat Papua.

Berbagai jenis penegakkan hukum secara tegas dan terukur akan berusaha diminimalisir. Hal ini merupakan komitmen untuk segera merealisasikan pendekatan kesejahteraan terhadap masyarakat.

“Saat ini Satgas sedang melakukan persiapan dengan operasi yang mana nanti lebih melakukan pendekatan terhadap kesejahteraan. Tentunya dengan harapan agar tidak ada lagi korban kekerasan,” kata Ramadhan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini