Kekurangan Pengemudi Truk, AS Percepat Pembuatan SIM Komersial

Baca Juga

MATA INDONESIA, WASHINGTON – Pemerintahan Presiden Joe Biden mendatangi industri truk, guna membantu menambah jumlah pengemudi baru. Sebagaimana diketahui, profesi ini merupakan bagian penting dari rantai pasokan Amerika Serikat (AS).

Menteri Transportasi AS, Pete Buttigieg dan Sekretaris Tenaga Kerja AS, Marty Walsh akan bergabung dengan Direktur Dewan Ekonomi Nasional Brian Deese dalam mengadakan pertemuan di Gedung Putih dengan para pemimpin di industri truk, termasuk para pemimpin bisnis dan buruh.

Departemen Perhubungan dan Tenaga Kerja meluncurkan inisiatif bersama, yakni “Mengemudi Pekerjaan yang Baik”.

“Meminta industri, tenaga kerja, dan semua tingkat pemerintahan … untuk mengatasi tantangan tenaga kerja pada industri truk ini dan mulai membangun angkatan kerja truk generasi berikutnya,” demikian pernyataan Gedung Putih, melansir Yahoo News, Jumat, 17 Desember 2021.

Administrasi Keselamatan Pengangkut Motor Federal AS akan segera mendatangkan pengemudi berusia 18-21 tahun sebagaimana diamanatkan di bawah undang-undang infrastruktur baru.

“Tidak ada kekurangan pengemudi truk berpengalaman. Namun, ada masalah dengan pengemudi ini mendapatkan gaji dan perlakuan yang adil dari majikan mereka,” kata Presiden Teamsters Jim Hoffa dalam artikel opini Detroit News.

“Pengemudi truk diterima begitu saja oleh bisnis besar bahkan setelah semua pekerjaan yang mereka lakukan untuk menjaga Amerika Serikat tetap berjalan selama hari-hari paling sulit dari Covid-19,” sambungnya.

Gedung Putih mengatakan Departemen Perhubungan menyediakan 30 juta USD untuk membantu negara bagian mempercepat penerbitan surat izin mengemudi komersial. Mereka juga mempercepat perluasan program magang terdaftar.

American Trucking Associations (ATA) mengatakan bahwa industri truk tahun 2020 mempekerjakan sebanyak 3,36 juta pengemudi truk. Diperkirakan tahun ini kekurangan pengemudi akan mencapai lebih dari 80 ribu pengemudi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini