Indonesia Miliki Potensi Jadi Poros Maritim Dunia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia memiliki potensi untuk menjadi poros maritim dunia.

Salah satu pilar untuk mewujudkan poros maritim dunia terdapat pada kemampuan dalam membangun budaya maritim itu sendiri, baik yang namanya pengelolaan sumber daya laut, pengembangan infrastruktur yang sangat penting saat ini dan tentu juga konektivitas daripada maritim guna menjadi poros maritim dunia.

Menurutnya, konsep tol laut yang sejalan dengan Nawacita Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), di mana BUMN mendapatkan arahan dari beliau untuk visi Indonesia 2045.

Pembangunan dan pengembangan infrastruktur yang menghubungkan produksi ke distribusi dari wilayah Barat sampai dengan Timur Indonesia.

“Tentu sebagai sepertiga kekuatan ekonomi Indonesia, Insya Allah BUMN siap memikul amanah tersebut demi mencapai cita-cita Indonesia yang Merdeka Berdaulat,” katanya.

Erick Thohir juga menambahkan bahwa industri logistik menghadapi banyak tantangan, berkaitan dengan kerentanan rantai pasok global yang sekarang sudah dirasakan di mana kontainer sangat kekurangan.

“Itulah hal yang memang kebijakan ini harus tentu kita seimbangkan dan seperti disampaikan oleh bapak Presiden RI kita harus lawan, kita tidak anti asing tetapi penting bagi kita untuk memastikan pasar kita sebagai pertumbuhan ekonomi kita. Sumber daya alam kita untuk pertumbuhan ekonomi kita,” katanya.

Tentu hal ini, ujar Erick, karena tekanan tadi maka ada global shock di mana harga komoditas saat ini semakin tinggi, ini yang perlu diantisipasi jangan sampai Indonesia tidak siap dan pada akhirnya mendapatkan global shock yang terjadi saat ini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Bonus Hari Raya Ojol, Kesejahteraan Bagi Gig Worker

Oleh: Alexander Royce*) Transformasi ekonomi digital Indonesia dalam satu dekade terakhir telah melahirkan jutaanpekerja sektor informal berbasis aplikasi atau gig worker. Di antara mereka, pengemudi ojek online (ojol) menjadi tulang punggung mobilitas dan distribusi barang, terutama di momen-momen krusial seperti Ramadan dan Idulfitri. Tahun ini, kabar mengenai pencairan Bonus Hari Raya (BHR) bagi para pengemudi ojol menjadi angin segar yang tidak hanya berdampak pada kesejahteraan pekerja, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi nasional. Langkah pemerintah memastikan kembali pemberian Bonus Hari Raya bagi pengemuditransportasi daring menunjukkan keberpihakan yang nyata terhadap pekerja sektor informal digital. Kebijakan ini relevan dengan situasi terkini, di mana daya beli masyarakat menjadi salah satu kunci menjaga stabilitas ekonomi menjelang Lebaran 2026. Dengan lebih dari 850 ribupengemudi yang dipastikan menerima bonus tahun ini, dampaknya tidak bisa dipandang sebelahmata. Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, memastikan bahwa para pengemudi ojol kembalimendapatkan Bonus Hari...
- Advertisement -

Baca berita yang ini