Petarung MMA Bunuh Dokter Akibat Berselisih Paham Soal Covid-19

Baca Juga

MATA INDONESIA, GUAM – Petarung seni bela diri campuran profesional (MMA) asal Rusia, Akmal Khozhiev ditangkap di wilayah Guam, Amerika Serikat. Ia diduga membunuh seorang dokter menyusul perselisihan seputar vaksin Covid-19.

Khozhiev yang menyebut dirinya sebagai “Pembunuh yang Tidak Divaksinasi” di media sosial, didakwa atas kasus pembunuhan dan penyerangan berat. Berdasarkan sejumlah laporan dari media loka, Khozhiev menikam Dr. Miran Rabiti dengan pisau hingga mati.

Khozhiev dan Ribati – ahli radiologi di Guam Memorial Hospital, saling mengenal dari gym tempat petinju. Ia sempat bekerja sebagai pelatih sebelum dipecat tiga bulan lalu karena perilaku yang tidak menentu, Pacific Daily News melaporkan.

Pembunuhan tersebut terjadi pada 7 November, setelah Khozhiev dan Rabiti sempat bersitegang mengenai vaksin Covid-19 saat makan malam bersama. Selama pertengkaran, Khozhiev mencekik Rabiti sebelum dua perempuan mencoba melerai.

“Khozhiev kemudian mengambil tulang dari makanan yang mereka makan bersama dan mulai menikam Ribati di leher beberapa kali,” menurut dokumen dakwaan, melansir rferl, Rabu, 17 November 2021.

Ketika Ribati mencoba meninggalkan apartemen, Khozhiev yang berusia 27 tahun itu menikam lehernya dengan pisau, menurut dokumen pengadilan. Polisi Guam menanggapi insiden tersebut dan menemukan Khozhiev berlumuran darah.

“Saya membunuhnya,” kata Khozhiev kepada polisi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Mendukung Disiplin Operasional Demi Integritas MBG

Oleh : Rivka Mayangsari*) Komitmen negara dalam membangun generasi sehat dan unggul tidak hanya diwujudkan melaluikebijakan besar, tetapi juga melalui disiplin operasional di lapangan. Inilah yang kini ditegaskan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penguatanpengawasan dan penegakan aturan menjadi langkah nyata untuk memastikan setiap proses berjalan sesuaistandar, transparan, dan berorientasi pada kepentingan anak-anak Indonesia sebagai penerima manfaatutama. Salah satu fokus utama BGN adalah penegakan disiplin penggunaan mobil operasional Satuan PelayananPemenuhan Gizi (SPPG). Kendaraan tersebut secara tegas dilarang digunakan untuk kepentingan pribadi, seperti berbelanja atau urusan lain di luar distribusi MBG. Mobil operasional merupakan bagian vital darirantai distribusi makanan bergizi. Penyimpangan sekecil apa pun berpotensi mengganggu efektivitas dan kredibilitas program. Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, dalam Rapat Koordinasi bersama Kepala SPPG, PengawasKeuangan, dan Pengawas Gizi se-Solo Raya, menegaskan pentingnya penggunaan kendaraan sesuaiperuntukannya. Ketegasan BGN bukan sekadar imbauan administratif. Nanik yang juga membidangiKomunikasi Publik dan Investigasi menegaskan sanksi tegas bagi Kepala SPPG yang terbukti melanggaraturan. Ancaman sanksi ini mencerminkan keseriusan BGN dalam menjaga marwah program strategisnasional. MBG bukan sekadar distribusi makanan, melainkan investasi negara terhadap kualitas sumberdaya manusia. Karena itu, integritas pelaksanaannya tidak boleh ditawar. BGN juga menekankan pentingnya independensi Kepala SPPG. Mereka diminta menolak tegas jika adamitra atau pemasok yang mencoba memanfaatkan kendaraan operasional untuk kepentingan di luardistribusi MBG. BGN menegaskan bahwa pemasok wajib menyediakan kendaraan sendiri untukmengangkut bahan pangan ke dapur SPPG. Ketegasan ini bertujuan menghindari konflik kepentingan dan memastikan tidak ada celah penyimpangan dalam rantai logistik. Dengan menjaga independensi, Kepala SPPG dapat fokus pada misi utama: memastikan makanan bergizisampai tepat waktu dan dalam kondisi aman kepada anak-anak penerima manfaat. Disiplin operasionalbukan sekadar soal aturan teknis, tetapi bagian dari etika pelayanan publik yang mengutamakankepentingan masyarakat. Selain kendaraan operasional, BGN memberi perhatian besar pada pengawasan bahan baku pangan. Proses penerimaan bahan baku di dapur SPPG dinilai sebagai titik krusial dalam menjaga keamananpangan. Pengawas Gizi, Pengawas Keuangan,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini