Awas 16 Wilayah Potensi Hujan Lebat, Petir dan Angin Kencang

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Cuaca di sejumlah wilayah Indonesia hari ini Kamis 9 September 2021 berpotensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hanya wilayah Jawa dan Sumatera secara umum cerah berawan hingga hujan ringan.

Namun Aceh, Sumatera Utara, dan Riau berpotensi hujan sedang, serta Jambi dan Bengkulu berpotensi hujan lebat. Kalimantan secara umum cerah berawan hingga hujan ringan, namun sebagian Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara berpotensi cuaca ekstrem.

Sulawesi secara umum hujan ringan hingga hujan sedang, namun sebagian Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara berpotensi hujan lebat.

Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT) secara umum cerah berawan hingga hujan ringan.

Maluku dan Papua secara umum hujan ringan hingga hujan sedang, namun sebagian Papua berpotensi hujan lebat.

Berikut daerah-daerah potensi cuaca ekstrem:

1. Wilayah yang berpotensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.

– Aceh

– Sumatera Barat

– Riau

– Bengkulu

– Jambi

– Sumatera Selatan

– Kalimantan Barat

– Kalimantan Utara

– Kalimantan Timur

– Gorontalo

– Sulawesi Tengah

– Sulawesi Barat

– Sulawesi Tenggara

– Maluku Utara

– Maluku

– Papua

2. Wilayah yang berpotensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.

– Lampung

– Jawa Timur

– Nusa Tenggara Timur

– Kalimantan Selatan

– Papua Barat

3. Wilayah yang berpotensi angin kencang

– Kep. Riau

– Bali

– Nusa Tenggara Barat

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Revitalisasi Irigasi Daerah Percepat Terwujudnya Swasembada Pangan Nasional

Oleh: Kevin Purba )*Pemerintah terus memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional melaluipercepatan pembangunan dan revitalisasi jaringan irigasi di berbagaidaerah. Langkah tersebut menjadi bagian penting dari strategi besarmewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan sekaligusmemastikan sektor pertanian mampu tumbuh lebih produktif dan kompetitif. Di tengah meningkatnya kebutuhan pangan dan tantanganperubahan iklim, keberadaan sistem irigasi yang andal menjadi faktorutama dalam menjaga kesinambungan produksi pertanian nasional.Selain pembangunan infrastruktur dasar lainnya, penanganan irigasidaerah menjadi salah satu fokus utama pemerintah karena memilikidampak langsung terhadap produktivitas lahan pertanian dan kesejahteraan petani. Melalui perbaikan jaringan pengairan, pemerintahberupaya memastikan setiap lahan pertanian memperoleh akses air yang memadai sepanjang musim tanam.Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwapercepatan pelaksanaan program prioritas Presiden terus dikawal secaraketat. Menurutnya, pemerintah tidak hanya berfokus pada penyelesaianproyek secara cepat, tetapi juga memastikan mutu pekerjaan, ketepatansasaran, serta akuntabilitas pelaksanaannya. Salah satu capaian penting yang menunjukkan keseriusan pemerintahterlihat pada program penanganan irigasi daerah. Program tersebutditargetkan menjangkau jaringan irigasi yang melayani area pertanianseluas 19.760 hektare. Hingga akhir Mei 2026, progres fisikpelaksanaannya telah mencapai 82,73 persen, menunjukkan bahwarevitalisasi infrastruktur pengairan berjalan sesuai arah yang telahditetapkan.Kemajuan tersebut menjadi indikator positif bahwa pemerintahmenempatkan sektor pertanian sebagai prioritas pembangunan nasional. Keberadaan jaringan irigasi yang lebih baik akan meningkatkanketersediaan air bagi petani sehingga aktivitas budidaya dapatberlangsung secara lebih optimal. Keberhasilan percepatan program pembangunan infrastruktur tercerminpula dari realisasi anggaran Kementerian Pekerjaan Umum yang menunjukkan tren positif. Hingga akhir Mei 2026, realisasi anggaran telahmencapai Rp33,49 triliun atau 31,39 persen dari total pagu yang tersedia. Sementara itu, progres fisik mencapai 35,71 persen, lebih tinggidibandingkan capaian pada periode yang sama dalam dua tahunsebelumnya.Dukungan terhadap langkah pemerintah juga datang dari DPR RI. KetuaKomisi V DPR RI, Lasarus, memberikan apresiasi terhadap kinerjaKementerian Pekerjaan Umum dalam menjalankan berbagai program strategis. Menurutnya, percepatan pelaksanaan pembangunan perlu terusdilakukan agar target pembangunan nasional dapat tercapai secaraoptimal dan manfaatnya dirasakan secara luas oleh masyarakat.Lasarus menilai pentingnya memperkuat sinergi antara pemerintah dan DPR dalam memastikan program prioritas Presiden berjalan efektif. Kolaborasi yang baik antara seluruh pemangku kepentingan diyakini akanmempercepat pencapaian berbagai target pembangunan, termasuk dalambidang ketahanan pangan yang saat ini menjadi salah satu fokus utamapemerintah.Upaya memperkuat irigasi juga dilakukan oleh pemerintah daerah. Di Provinsi Bengkulu, percepatan penyelesaian persoalan irigasi menjadiperhatian utama dalam mendukung Program Cetak Sawah Rakyat...
- Advertisement -

Baca berita yang ini