Mantul! Garuda Select Kerja Sama dengan Dortmund

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Program Garuda Select resmi menjalin kerja sama dengan klub asal Jerman, Borussia Dortmund atau yang umum dikenal dengan BVB.

Di tahun pertama, empat pemain Garuda Select diberikan kesempatan untuk berlatih di akademi BVB yang sudah terkenal sering mencetak pemain kelas dunia.

Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat tujuan Program Garuda Select untuk menambah wawasan internasional bakat muda Indonesia dan mendidik mereka menjadi pemain yang lebih profesional.

“Seperti diketahui meski memiliki kemampuan teknik-teknik yang tinggi, pemahaman taktik pemain Indonesia sangat tertinggal. Dan tujuan dari program Garuda Select adalah untuk mengejar ketinggalan itu serta membekali bakat muda Indonesia dengan pengalaman yang bisa melanjutkan perkembangan mereka sebagai pemain sepakbola profesional di tingkat yang lebih tinggi,” kata Direktur Program Garuda Select, Dennis Wise.

“Dengan terjalinnya kerja sama dengan BVB, pengalaman yang akan dimiliki para pemain Garuda Select terpilih akan semakin lengkap dan diharapkan akan bermanfaat bagi masing-masing pemain, di mana pun ia berkarier nanti,” ujarnya.

Empat pemain Garuda Select, Faiz Maulana, Hokky Caraka, Adre Arido Geovani, dan Ibnul Mubarak terpilih menjadi angkatan pertama dari Garuda Select yang mendapatkan kesempatan untuk berlatih di akademi BVB. Namun karena adanya kendala pandemi covid-19, pelaksanaan kegiatan tertunda beberapa bulan.

Kerja sama dengan Akademi BVB ini merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan bersama klub profesional Eropa yang akan terus dijalin oleh Program Garuda Select untuk membantu perkembangan para bakat muda Indonesia. Seperti sebelumnya, semua rangkaian kegiatan Program Garuda Select akan terus ditayangkan di Mola, untuk memberikan inspirasi bagi bakat bakat muda lain di Indonesia.

“Program Garuda Select terbukti berhasil memupuk inspirasi para pemain muda Indonesia yang lalu bermimpi untuk meniti karier di sepak bola, baik di Indonesia maupun di luar negeri. Ke depannya, kami akan terus meningkatkan kualitas acara sehingga semakin dapat dinikmati penonton di tanah air,” ungkap perwakilan Mola, Mirwan Suwarso.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini