Ada Rekor di Balik Hasil Imbang MU Lawan Southampton, Lho

Baca Juga

MATA INDONESIA, SOUTHAMPTONManchester United (MU) gagal meraih kemenangan saat menghadapi Southampton. Tapi, ada rekor tercipta bagi kubu Setan Merah.

Berlaga di St Mary’s Stadium, Minggu 22 Agustus 2021 malam WIB, MU ditahan imbang Southampton 1-1. Gol tuan rumah tercipta melalui bunuh diri Fred di babak pertama. Manchester Merah baru bisa menyamakan skor di babak kedua berkat gol Mason Greenwood.

MU gagal meneruskan tren kemenangan pekan lalu dimana mereka menghantam Leeds United dengan skor 5-1. Kali ini, The Red Devils tampil lebih ceroboh karena sering salah umpan dan kehilangan bola.

Bahkan, mereka nyaris saja kalah andai David De Gea tak menyelamatkan tendangan Stuart Armstrong yang sudah berhadapan satu lawan satu di menit ke-73. Peluang itu tercipta akibat kesalahan Harry Maguire dimana bola yang sedang dikuasainya direbut pemain lawan.

Meski gagal menang, MU mampu memperpanjang catatan tak terkalahkan di laga tandang. Bruno Fernandes dkk. tak terkalahkan dalam 27 pertandingan tandang (17 menang dan 10 imbang). Terakhir kali mereka kalah lawan Liverpool 0-2 di Anfield pada Januari 2020.

27 tak terkalahkan di laga tandang menyamai rekor yang ditorehkan Arsenal. The Gunners tak terkalahkan dalam 27 laga tandang rentang April hingga September 2004.

Meski bisa menyamai rekor Arsenal, pelatih Ole Gunnar Solskjaer tidak puas dengan satu poin yang didapatkan anak asuhnya.

“Secara keseluruhan, saya pikir kami menciptakan banyak peluang untuk meraih kemenangan dan kami memainkan sepak bola bagus. Tapi kami bisa saja kalah andai David De Gea tidak melakukan penyelamatan gemilang itu,” kata Solskjaer, di laman resmi klub.

“Kami mendapatkan satu poin dari posisi tertinggal lebih dulu, tapi bukan satu poin yang kami inginkan,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Mendukung Instensifikasi Respons Dini Menekan Dampak PHK terhadap Masyarakat

*) Oleh : Prinsa AlisaDinamika perekonomian global yang masih diwarnai ketidakpastian memberikantantangan tersendiri bagi dunia usaha dan sektor ketenagakerjaan di Indonesia. Dalam situasi tersebut, pemerintah terus menunjukkan komitmennya untuk melindungimasyarakat melalui berbagai langkah strategis guna mengantisipasi dan meminimalkan dampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Upaya intensifikasirespons dini yang dilakukan pemerintah patut mendapatkan dukungan dari seluruhelemen masyarakat karena menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonominasional sekaligus melindungi kesejahteraan para pekerja dan keluarganya.Langkah respons dini yang diperkuat pemerintah menunjukkan adanya kesadaranbahwa potensi PHK harus diantisipasi sebelum berkembang menjadi permasalahansosial dan ekonomi yang lebih besar. Melalui pemantauan kondisi industri secaraberkelanjutan, penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, sertakomunikasi yang lebih intensif dengan pelaku usaha, pemerintah berupayamendeteksi berbagai potensi risiko sejak awal. Pendekatan ini menjadi penting karenapenanganan yang cepat dan tepat dapat mengurangi dampak yang dirasakan oleh pekerja maupun sektor usaha.Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Dirjen PHI dan Jamsos) Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (KemnakerRI), Indah Anggoro Putri menjelaskan pemerintah terus mendorong berbagaikebijakan yang bertujuan menjaga keberlangsungan dunia usaha agar tetap mampumempertahankan tenaga kerjanya. Berbagai insentif, kemudahan berusaha, hinggaupaya menjaga iklim investasi terus dilakukan untuk menciptakan ruang tumbuh bagisektor industri. Langkah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya fokuspada penanganan dampak setelah PHK terjadi, tetapi juga berupaya mencegahterjadinya PHK melalui penguatan daya tahan ekonomi dan dunia usaha.Selain itu, pengembangan program peningkatan keterampilan dan pelatihan kerjamenjadi salah satu bentuk nyata respons pemerintah dalam menghadapi perubahankebutuhan pasar tenaga kerja. Transformasi ekonomi dan perkembangan teknologimenuntut tenaga kerja memiliki kompetensi yang semakin adaptif. Melalui berbagaiprogram pelatihan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemerintahberupaya memastikan bahwa pekerja Indonesia tetap memiliki daya saing dan peluang kerja yang luas di tengah perubahan ekonomi yang berlangsung cepat.Dukungan terhadap respons dini pemerintah juga penting karena dampak PHK tidakhanya dirasakan oleh individu yang kehilangan pekerjaan, tetapi juga memengaruhikondisi ekonomi keluarga dan masyarakat sekitar. Ketika lapangan kerja dapatdipertahankan dan risiko PHK dapat ditekan, daya beli masyarakat akan tetap terjaga. Stabilitas konsumsi rumah tangga pada akhirnya akan mendukung pertumbuhanekonomi nasional yang lebih kuat dan berkelanjutan. Oleh karena itu, keberhasilanlangkah pemerintah dalam melakukan mitigasi risiko ketenagakerjaan akanmemberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.Pakar demografi dan ketenagakerjaan terkemuka dari Universitas Gadjah Mada(UGM), Tadjuddin Noer Effendi menjelaskan di tingkat daerah, penguatan respons dinidapat membantu pemerintah daerah dan pelaku usaha mengambil langkah antisipatifyang lebih efektif. Informasi yang diperoleh lebih cepat memungkinkan berbagai pihakmenyiapkan solusi sebelum terjadi gejolak ketenagakerjaan yang lebih besar. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memastikan setiap kebijakan dapat berjalansecara optimal dan tepat sasaran.Dukungan terhadap langkah pemerintah juga perlu diwujudkan melalui partisipasi aktifberbagai pemangku kepentingan....
- Advertisement -

Baca berita yang ini