Jangan Cuma Janji, Angelo Alessio Harus Siap di Bawah Tekanan Persija

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sebagai klub besar di Indonesia, Persija memiliki target tinggi di setiap kompetisi. Itu sebabnya pelatih Angelo Alessio harus siap mendapat tekanan.

Di setiap musim kompetisi, Persija pasti menargetkan hasil maksimal. Tim berjuluk Macan Kemayoran itu terakhir menjadi juara Liga 1 pada 2018.

Sebagai tim besar, bukan hal aneh tekanan dari fans kepada Persija pasti sangat besar. Mereka ingin tim kesayangannya menjadi juara. Manajemen pun pasti demikian.

Angelo mengaku siap dengan kemungkinan tekanan yang muncul dari pendukung Persija Jakarta dalam Liga 1 2021. Menurut pelatih asal Italia tersebut, pressure merupakan perihal normal dalam sepak bola.

“Seorang pelatih sejatinya selalu berada dalam tekanan. Bagi pelatih, lebih baik memiliki tekanan untuk menang daripada tidak ada sama sekali,” kata Angelo, di laman resmi Persija.

Angelosadar dengan ekspektasi tinggi yang dialamatkan para pendukung terhadap dirinya. Sebagai pelatih yang berpengalaman di sepak bola Eropa dan pernah bekerja sama dengan pelatih top dunia, ia bakal dipatok target tinggi.

“Menurut saya, itu normal. Saat memutuskan datang ke sini, saya tahu target saya. Selama bersama Antonio Conte saya juga belajar bahwa saya harus punya keyakinan untuk menang,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Strategi 3B dalam Program MBG Bangun SDM Unggul

Oleh: Citra Kurnia Khudori)* Pembangunan sumber daya manusia yang unggul tidak dapat dilepaskan darikualitas gizi sejak awal kehidupan. Karena itu, intervensi gizi pada ibu hamil, ibumenyusui, dan balita (3B) menjadi langkah penting untuk memastikan generasimasa depan tumbuh sehat dan optimal. Dalam konteks tersebut, strategi 3B dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG)menjadi pendekatan yang relevan dan tepat sasaran. Fokus pada kelompok rentanini menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM harus dimulai dari fase paling awal dalam siklus kehidupan manusia. Perhatian terhadap periode 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) menjadi kuncidalam upaya mencegah stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan anak. Jika kebutuhan gizi terpenuhi sejak masa kehamilan hingga balita, fondasi bagilahirnya generasi yang produktif dan berdaya saing akan semakin kuat. Hal tersebut senada dengan penyampaian Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, yang mengatakan bahwa 1.000 HPK merupakan fondasi utama dalam membentukkualitas sumber daya manusia Indonesia yang unggul.  Ia menuturkan, fase sejak kehamilan hingga anak berusia dua tahun Adalah masa emas yang tidak bisa terulang. Investasi terbaik bagi masa depan bangsa adalahmemastikan setiap anak memperoleh gizi, kesehatan, dan pengasuhan yang...
- Advertisement -

Baca berita yang ini