Industri Sawit Indonesia Ciptakan Jutaan Lapangan Pekerjaan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Industri kelapa sawit dari hulu ke hilir memberi kontribusi dalam menciptakan 16 juta lapangan pekerjaan di Indonesia. Hal ini diungkapkan Direktur Jenderal Pembinaan, Pengawasan Ketenagakerjaan, Keselamatan, dan Kesehatan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan, Haiyani Rumondang.

“Sektor sawit ini menampung banyak tenaga kerja, datanya sekitar 16 juta pekerja,” kata Haiyani Rumondang, Kamis, 7 Mei 2021.

Untuk itu, katanya, pemerintah perlu memberikan kemudahan usah dan iklim investasi yang kondusif di sektor perkebunan kelapa sawit. Sekaligus memberikan perlindungan sosial terhadap para tenaga kerja di bidang sawit.

“Diperlukan dorongan untuk menciptakan lapangan kerja khususnya di sektor sawit, di mana sektor sawit ini adalah salah satu sektor yang menyerap banyak tenaga kerja,” sambungnya.

Sebagaimana diketahui, sawit merupakan komoditas yang menjanjikan. Kendati dunia dihantam pandemi virus corona, industri sawit Indonesia bahkan berhasil bertahan dan tak terdampak, hal ini diungkapkan oleh Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI).

Bahkan, ekspor minyak sawit Indonesia mengalami lonjakan signifikan, yakni 62,7 persen secara bulanan (mtm) dari angka 1,99 juta ton meningkat menjadi 3,24 juta ton pada periode Maret 2021.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini