Bu Ani Meninggal Dunia, Prabowo Baru Berkenan Bertemu SBY

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-Capres Prabowo Subianto dipastikan tidak bisa menghadiri pemakaman istri Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan. Pasalnya, mantan Danjen Kopasus ini masih melakukan kunjungan di Austria.

“Pak Prabowo kan masih di luar negeri, nanti baru pulang Senin 3 Juni 2019, insyaallah di kesempatan pertama beliau akan datang dan langsung mengatur waktu bertemu SBY,” ujar Ketua DPP Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria kepada wartawan, Minggu 2 Mei 2019.

Riza mengatakan, cawapres Sandiaga Uno juga akan mengatur jadwal untuk ke kediaman SBY. Saat ini Sandiaga sedang berada di Amerika Serikat untuk berlebaran bersama keluarga.

“Nanti ditentukan sesuai jadwalnya itu kan sudah mau lebaran, yang pasti setelah tiba di Indonesia tentu akan mencari kesempatan pertama untuk bisa ke kediaman Pak SBY. Begitu juga Sandi Uno, kan kebetulan dua-duanya di luar negeri,” katanya.

Riza sendiri baru saja melayat ke Cikeas. Dia mengaku datang seorang diri mewakili Gerindra dan Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga. Namun sayang, dia tak sempat menemui SBY lantaran terlalu larut hadir di rumah duka.

“Tadi sudah agak kemalaman, sudah masuk ke dalam. Tadi sampai sana jam 00.30 WIB. Besok lagi ke makam besok. Saya ke Kalibata lagi,” katanya.

Sebelumnya, Prabowo menyampaikan dukacita melalui akun media sosial Facebooknya. Prabowo mendoakan Ani Yudhoyono mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.

“Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiuun. Saya, Prabowo Subianto, menyampaikan rasa dukacita saya yang mendalam atas wafatnya ibu Hj. Kristina Herrawati atau yang biasa kita kenal dengan nama Ibu Ani Yudhoyono. Semoga arwah almarhumah diterima dan diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan semoga bapak SBY beserta keluarga senantiasa diberi ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi musibah ini” tulis Prabowo lewat akun Facebook resminya, Sabtu 1 Juni 2019.

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini