Jasaraharja Telah Berikan Santunan pada Pramugara Korban Sriwijaya Air

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pihak Jasaraharja telah memberikan santunan kepada salah satu korban jatuhnya Sriwijaya Air SJ-182 yang teridentifikasi pada Senin, 11 Januari 2021. Korban merupakan Okky Bisma, pramugara di maskapai tersebut.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur pada Selasa, 12 Januari 2021. Pemberian santunan dilakukan hari ini pukul 10.00 WIB.

“Menurut catatan, hari ini jam 10 pemberian akan dilakukan pada satu orang pramugara yang telah diidentifikasi,” ucah Budi.

Sementara itu, pihak Jasaraharja juga mengungkapkan mereka telah memberikan santunan kepada ahli waris.

“Saat ini kami pihak Jasaraharja sudah memberikan santunan kepada ahli waris dari korban yang telah teridentifikasi oleh tim dari RS Polri,” ucap pihak Jasaraharja.

Jasaraharja mengatakan, mereka siap siaga menanti pengumuman mengenai identifikasi korban. Mereka pun dengan cepat memberikan santunan tersebut kepada keluarga korban.

“Insan Jasaraharja di seluruh Indonesia saat ini stand by mana kala ada pengumuman dari DVI terkait identifikasi korban,” ucap pihak Jasaraharja.

Sampai saat ini, tim DVI telah mengidentifikasi DNA keluarga korban sebanyak 59 dan juga sudah menerima 56 kantong jenazah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Ramadan: Menanam Benih Toleransi, Menggugurkan Akar Radikalisme

Oleh: Juana Syahril)* Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah spiritual bagi umat Islam, tetapi juga ruang refleksi untuk memperkuat nilai-nilai sosial seperti toleransi dan pengendalian diri. Di tengah meningkatnya polarisasi di era digital, semangatRamadan dapat menjadi fondasi penting untuk mencegah berkembangnya pahamradikalisme dalam masyarakat. Anggota Komisi Perempuan Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabicha Hilma Jabar Sasmita mengatakan bahwa toleransi beragama di Indonesia pada dasarnya bukanlah sesuatu yang baru. Sejak lama masyarakatIndonesia telah hidup dalam keberagaman dan mampu menjalin kehidupan sosialyang harmonis. Keberagaman suku, agama, dan budaya menjadi bagian dariwarisan peradaban yang telah membentuk karakter masyarakat Nusantara. Dalam pandangannya, kehidupan masyarakat Indonesia sejak dahulu telahmencerminkan praktik toleransi yang kuat. Masyarakat terbiasa hidup berdampinganmeskipun memiliki latar belakang keyakinan yang berbeda. Tradisi tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai keislaman yang memandang keberagaman sebagai bagiandari kehendak Tuhan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini