Survei SMRC Sebut 74 Persen Masyarakat Puas dengan Kinerja Jokowi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Hasil survei nasional terbaru dari lembaga Saiful Mujani Research Center (SMRC) merilis bahwa 74 persen masyarakat puas dengan kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hal itu disampaikan oleh Direktur Eksekutif SMRC, Sirojudin Abbas.

“Mayoritas warga 74 persen merasa sangat puas atau cukup puas dengan kerja Presiden Jokowi sejauh ini. Yang kurang atau tidak puas sama sekali sebesar 23 persen,” kata Abbas dalam rilis secara virtual, Selasa 29 Desember 2020.

Selain itu, Abbs mengatakan 67 persen responden menyatakan puas dengan kinerja pemerintah dalam menangani pandemi COVID-19. Tingkat kepuasan itu meningkat setelah sempat turun dratis menjadi 46 persen pada survei 7-10 Oktober 2020 lalu.

Sementara itu, terdapat 28,8 persen responden yang mengaku tak puas dengan penanganan corona yang dilakukan pemerintah dan 1,5 persen menyatakan tak puas sama sekali.

“Ada sekitar 67 persen warga merasa puas atau sangat puas dengan kerja pemerintah pusat menangani wabah COVID-19. Yang kurang atau tidak puas 30 persen,” katanya.

Survei Nasional SMRC dilakukan pada kurun waktu 23-26 Desember melalui wawancara per telepon kepada 1202 responden yang dipilih secara acak atau random.

Tingkat kepercayaan hasil survei 95 persen dengan margin of error survei diperkirakan 2,9 persen.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Kolaborasi Global Diperkuat, Pemerintah Kejar Swasembada Energi

Oleh: Lestari Safiya )*Pemerintah memperkuat kolaborasi global sebagai strategi utama dalammempercepat terwujudnya swasembada energi nasional. Pemerintahmenempatkan kerja sama internasional sebagai instrumen penting untukmenghadapi ketidakpastian pasokan energi dunia sekaligus menjagastabilitas energi domestik.Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, mendorongpenguatan kolaborasi antarnegara dalam forum Indo-Pacific Energy Security Ministerial and Business di Tokyo. Bahlil menilai bahwa kerjasama yang saling menguntungkan menjadi fondasi dalam menjagaketahanan energi kawasan Indo-Pasifik di tengah meningkatnya tekanangeopolitik.Forum Indo-Pacific Energy Security Ministerial and Business dimanfaatkan Indonesia untuk mempertegas peran strategis dalammenjaga keseimbangan pasokan energi global. Forum tersebut menjadiwadah konsolidasi antarnegara dalam merumuskan langkah kolektifmenghadapi tantangan energi yang semakin kompleks.Indonesia menunjukkan kontribusi nyata melalui ekspor energi dalamskala besar ke berbagai negara. Indonesia mengirimkan liquefied natural gas serta memasok batu bara dalam jumlah signifikan, sehingga turutmenopang stabilitas pasokan energi global.Pemerintah memanfaatkan posisi strategis tersebut untuk memperluaskemitraan internasional yang berorientasi pada kepentingan nasional. Pemerintah menilai kekuatan sebagai pemasok energi menjadi modal penting dalam memperkuat daya tawar diplomasi energi Indonesia.Pemerintah tetap menempatkan kepentingan domestik sebagai prioritasutama dalam setiap kerja sama internasional. Pemerintah menyiapkanlangkah antisipatif melalui optimalisasi sumber daya energi dalam negeriapabila kebutuhan nasional tidak dapat sepenuhnya dipenuhi melaluikerja sama global.Pemerintah mendorong pemanfaatan bahan bakar nabati berbasis crude...
- Advertisement -

Baca berita yang ini