Dua Menterinya Korupsi, Saatnya Jokowi Bersih-bersih Kabinet

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Presiden Joko Widodo terlihat bermuram durja saat berbicara di Istana Kepresidenan Bogor, Minggu Minggu, 6 Desember 2020. Dengan suara yang cukup keras, Presiden Jokowi mengingatkan para menterinya untuk tidak melakukan praktik korupsi.

Hanya jelang 10 hari, Presiden Joko Widodo harus kehilangan dua menterinya karena korupsi. Pertama Edhy Prabowo, Menteri Kelautan dan Perikanan yang ditangkap saat ia mendarat di Bandara Soekarno Hatta, Rabu 25 November 2020. Kedua adalah Menteri Sosial Juliari P Batubara yang memilih menyerahkan diri ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Minggu, 6 Desember 2020 atas kasus korupsi penyaluran bantuan sosial atau bansos penanganan COVID-19.

Juliari diduga menerima uang suap dalam proyek penyaluran bansos tersebut sebesar 17 miliar rupiah. Uang itu diberikan oleh perusahaan rekanan yang menggarap proyek pengadaan dan penyaluran Bansos Covid-19.

Kedua menteri ini berasal dari partai politik pendukung Jokowi. Juliari merupakan politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), sedangkan Edhy Prabowo adalah kader Partai Gerindra. ”Saya menghormati proses hukum yang sedang berlangsung,” ujar Jokowi. Dia meyakini KPK akan bekerja secara transparan, terbuka, dan profesional.

”Saya tidak akan melindungi siapa pun yang terlibat dalam korupsi. Itu uang rakyat. Apalagi ini terkait dengan bansos, bantuan sosial dalam rangka penanganan COVID dan pemulihan ekonomi nasional. Bansos itu sangat dibutuhkan oleh rakyat,” tegasnya.

Kemarahan Jokowi terhadap anak buahnya ini cukup beralasan. Apalagi korupsinya dana bantuan sosial (bansos) yang memang sedang dibutuhkan oleh rakyat. Jauh sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta aparat penegak hukum mengawasi mengawasi penggunaan dana penanganan wabah covid-19 yang mencapai Rp 695,2 triliun. Jika ditemukan aspek kesengajaan untuk mencoba korupsi, Jokowi meminta aparat penegak hukum “menggigit” oknum tersebut. ”Kalau ada niat buruk korupsi, ada mens reanya ya harus ditindak, silakan digigit saja,” kata Jokowi saat memberi amanat upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-74 di Istana Negara, Jakarta, Rabu 1 Juli 2020.

Pihak PDIP segera memberikan respons terkait penangkapan salah satu kadernya itu. Melalui keterangan tertulis, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto menyampaikan, ”Ketua Umum PDIP, Ibu Megawati selalu memberikan arahan kepada kadernya yang punya jabatan politik untuk tidak melakukan penyalahgunaan kekuasaan, tidak korupsi. Tertib hukum adalah wajib bagi wajah pemerintahan yang bersih, bebas dari korupsi.”

PDIP menghormati langkah KPK dalam melakukan proses hukum terhadap Juliari dan menyerahkan sepenuhnya upaya KPK untuk menindaklanjuti kasus tersebut ke meja hijau.

Peneliti Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie berharap agar Presiden Jokowi melakukan kocok ulang kabinet nya, sehingga jabatan-jabatan strategis di Pemerintahan Pusat dapat diduduki oleh orang-orang yang mampu bekerja dan memiliki integritas yang baik. ”Jadi usai pilkada serentak, copot semua menteri yang tak jujur dan kotor. Jokowi pasti tahu itu siapa-siapa yang bersih itu bisa dilihat dari serapan anggaran serta penggunaan anggaran sesuai dengan peruntukan,” katanya.

Reshuffle kabinet ini dinilai Jerry akan menjadi upaya konkret Presiden menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintahan pusat saat ini. ”Jadi reshuffle perlu segera dilakukan agar kepercayaan publik terhadap pemerintahan Jokowi tak menurun,” katanya.

Reporter: Safira Ginanisa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini