Fakta dan Cerita Unik Valentino Rossi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Nama Valentino Rossi sudah tidak asing di telinga khususnya bagi pecinta MotoGP. Pembalap motor asal Italia ini bisa dikatakan sebagai pembalap MotoGP paling sukses.

Di usia 41 tahun, Valentino Rossi masih aktif sebagai pembalap MotoGP dan mengantongi tujuh gelar juara dunia. ‘The Doctor’ juga memiliki banyak fans di seluruh penjuru dunia. Hal ini dikarenakan Rossi memiliki sikap humoris dan menyenangkan.

Bahkan, ia juga sangat dihormati oleh pembalap lain yang merupakan lawannya di sirkuit. Berikut adalah fakta dan cerita unik Valentino Rossi:

1. Memiliki tiga julukan
Selain The Doctor, Rossi punya banyak julukan lain. Rossi pernah dikenal dengan julukan Rossifumi, dimana terinspirasi dari nama Norifumi Abe yaitu seorang pembalap asal jepang yang tampil apik pada 1994 di kelas 500cc. Selain itu, Rossi juga pernah dikenal dengan julukan Valentinik. Nama itu merupakan julukan Rossi pada saat masih bermain di kelas 250cc. Nama Valentinik terinspirasi dari nama pahlawan super Donald Bebek, Peperinik yang terkenal di Italia. Setelah Rossi bermain di kelas 500cc pada 2000, aarulah nama The Doctor digunakan sebagai julukan Rossi.

2. Ritual Sebelum Balapan
Terkadang, tidak ada salahnya memiliki ritual sebelum melakukan sesuatu yang kita sukai. Hal ini juga dilakukan oleh Valentino Rossi. Pembalap berusia 41 tahun ini memiliki kebiasaan meluangkan waktu untuk berjongkok dan berdoa di samping motornya dan terkadang The Doctor juga menepuk bahkan mencium motornya.

3. Gonta-Ganti Kepala Mekanik
Valentino Rossi diketahui sudah tiga kali mengganti kepala mekanik untuk motornya, yaitu, Jeremy Burgess (1999–2013), Silvano Galbusera (2014–2019), dan David Munos (Sekarang).

4. Kasus Pajak
Kasus pajak sering kali terjadi di kalangan atlet–atlet di Eropa. Bahkan, pembalap sebesar Valentino Rossi pernah mengalami kasus pajak. Kasus ini terjadi ketika Rossi tinggal di London, Inggris. Akibat dari kasus ini, Rossi harus membayar denda sebesar 35 juta Euro.

5. Memiliki Trek Balap Pribadi di Rumah
Sebagai pebalap, memiliki peralatan untuk latihan di rumah merupakan hal yang wajar. Akan tetapi hal ini akan sulit untuk seorang pembalap. Dikarenakan biasanya trek balap memiliki lintasan yang luas sehingga bisa dikatakan sulit memilikinya. The Doctor merupakan pembalap MotoGP yang memiliki lintasan balap pribadi di rumahnya. Tepatnya di Tavullia, Italia. Akan tetapi lintasan pribadinya bukan lintasan balap seperti yang ada di Motogp, tetapi berupa lintasan tanah.

Reporter: Teuku Khanif Miftaputra

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Pastikan Kopdes Berjalan Profesional dan Berkelanjutan

Oleh: Hanif Pratama )*Pemerintah memastikan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) MerahPutih berjalan profesional dan berkelanjutan melalui penguatan regulasi, manajemen, serta dukungan pembiayaan yang terintegrasi. Kebijakan inidirancang untuk menjadikan koperasi sebagai pilar utama ekonomi desasekaligus memperkuat fondasi ekonomi nasional dari tingkat akar rumput.Pemerintah terus mempercepat pembangunan Kopdes Merah Putih di berbagai daerah dengan memastikan kesiapan operasional tidak hanyadari sisi fisik, tetapi juga aspek tata kelola. Pendekatan ini dilakukan agar koperasi mampu menjalankan fungsi distribusi pangan dan kebutuhanmasyarakat secara efisien serta berkelanjutan.Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwapemerintah tengah menyiapkan payung hukum pembiayaan melalui revisiPeraturan Menteri Keuangan. Ia menjelaskan bahwa percepatanpenyelesaian regulasi tersebut menjadi prioritas agar implementasiprogram tidak terhambat di lapangan.Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa Kementerian Keuangan telahdiminta untuk segera merampungkan aturan baru dalam waktu singkat. Target percepatan ini mencerminkan komitmen pemerintah dalammemastikan seluruh skema pendanaan Kopdes dapat berjalan tepatwaktu dan tepat sasaran.Selain penguatan regulasi, pemerintah juga menempatkanprofesionalisme sebagai kunci utama keberhasilan operasional koperasi. Zulkifli Hasan menekankan pentingnya penunjukan manajer yang tidakhanya memahami prinsip koperasi, tetapi juga memiliki kemampuankewirausahaan untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan.Pemerintah memandang bahwa keberadaan manajer profesional akanmeningkatkan kualitas pengelolaan koperasi sekaligus memastikan setiapunit usaha dapat berkembang secara optimal. Dengan manajemen yang kuat, koperasi diharapkan mampu bersaing dan memberikan manfaatnyata bagi masyarakat desa.Kopdes Merah Putih juga dirancang memiliki peran strategis dalamberbagai program pemerintah, termasuk sebagai penyalur barang subsididan penyerap hasil produksi petani. Dalam skema ini, koperasi dapatberfungsi sebagai offtaker komoditas pangan melalui kerja sama denganPerum Bulog, sehingga mampu menjaga stabilitas harga di tingkat petani.Peran tersebut memperkuat posisi koperasi sebagai penghubung antaraproduksi dan distribusi, sekaligus mengurangi ketergantungan pada rantaipasok yang panjang. Dengan demikian, efisiensi distribusi dapat tercapaidan kesejahteraan petani meningkat secara signifikan.Pemerintah juga merancang koperasi desa sebagai pusat layananterpadu yang menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dariagen sembako, distribusi LPG, hingga layanan kesehatan. Integrasilayanan ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing koperasisekaligus memperluas manfaat yang dirasakan masyarakat.Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa Kopdes MerahPutih akan menjadi ekosistem ekonomi baru yang mengintegrasikanseluruh potensi desa. Ia menilai koperasi akan berperan sebagai wadahusaha bersama yang mampu mendorong perputaran ekonomi secaraberkelanjutan.Ferry Juliantono juga mendorong pemerintah daerah untukmengidentifikasi potensi unggulan desa dan mengintegrasikannya dalampengembangan koperasi. Ia memastikan Kementerian Koperasi siapmemberikan dukungan pembiayaan serta pendampingan agar koperasidapat berkembang secara optimal.Pemerintah turut membuka akses pembiayaan melalui LPDB Koperasiserta mendorong program inkubasi bagi produk-produk lokal. Langkah inibertujuan mempercepat pertumbuhan usaha masyarakat desa sekaligusmeningkatkan daya saing produk di pasar yang lebih luas.Ferry Juliantono menilai koperasi yang dikelola secara profesional akanmampu menarik minat generasi muda untuk terlibat dalam aktivitasekonomi desa. Keterlibatan milenial dan generasi Z dipandang pentinguntuk mendorong inovasi serta memperkuat keberlanjutan koperasi di masa depan.Di sisi lain, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, YandriSusanto, menekankan pentingnya ketersediaan lahan sebagai fondasiutama operasional koperasi. Ia menyebut pemerintah pusat dan daerahperlu bersinergi untuk memastikan setiap desa memiliki lahan yang memadai bagi pembangunan kantor koperasi.Setelah lahan tersedia, pemerintah mengarahkan pembangunandilakukan secara berkelanjutan agar fasilitas koperasi dapat dimanfaatkandalam jangka panjang. Pendekatan ini diharapkan mampu memberikankontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.Pemerintah juga terus memperkuat koordinasi lintas kementerian danlembaga untuk memastikan seluruh aspek operasional berjalan selaras. Sinkronisasi kebijakan dinilai penting agar setiap program yang dijalankanmampu saling mendukung dan tidak berjalan secara terpisah.Pemerintah meyakini bahwa kombinasi antara regulasi yang kuat, manajemen profesional, dan dukungan pembiayaan yang terarah akanmemastikan Kopdes Merah Putih berjalan optimal. Dengan strategitersebut, koperasi desa tidak hanya menjadi instrumen ekonomi, tetapijuga motor penggerak pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.Selain itu, pemerintah juga menekankan pentingnya penguatan sistempengawasan internal dan eksternal guna menjaga keberlanjutanoperasional Kopdes Merah Putih. Mekanisme audit berkala sertapelaporan yang transparan menjadi instrumen utama untuk memastikanseluruh aktivitas koperasi berjalan sesuai prinsip tata kelola yang baik. Dengan sistem pengawasan yang terstruktur, potensi penyimpangandapat diminimalkan sejak dini.Pemerintah juga mendorong kemitraan strategis antara koperasi denganpelaku usaha lokal maupun nasional agar tercipta rantai nilai yang lebihkuat. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperluas akses pasar, meningkatkan efisiensi usaha, serta memperkuat daya saing koperasi di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang.*) Pengamat Koperasi dan UMKM
- Advertisement -

Baca berita yang ini