Home News Saat Pencoblosan, Tinta Tidak Lagi Dicelup Tapi Disemprot ke Jari Pemilih

Saat Pencoblosan, Tinta Tidak Lagi Dicelup Tapi Disemprot ke Jari Pemilih

0
264
Pengamat: Momentum Pengganti Pak Jokowi di Pilpres 2024 Belum Ada
Pemilu saat pandemi jari tidak lagi dicelupkan ke tinta tapi disemprotkan

MATA INDONESIA, JAKARTA-Masa pandemi covid-19 membuat semua hal mengalami perubahan tak terkecuali dengan kegiatan pemungutan suara. Salah satunya dalam pencoblosan, pemilih tidak lagi mencelupkan jarinya ke tinta, namun akan ditetes atau disemprot.

“Saat pemilihan nanti tintanya tidak lagi dicelup, tapi ditetes atau disemprot,” ujar Koordinator Divisi SDM dan Organisasi Bawaslu Kota Tangsel, Karina Permata, Rabu 18 November 2020.

Langkah ini kata dia untuk memastikan tingkat keamanan kepada pemilih agar tidak terinfeksi virus corona.

Tak hanya tinta, ada beberapa objek baru yang harus diawasi dalam tahapan pemungutan suara saat pemilihan kepala daerah (pilkada) 2020.

Hal pertama yang harus diawasi dalam pelaksanaan pesta demokrasi tersebut adalah penggunaan masker bagi seluruh pemilih yang memberikan suara.

Di samping itu, panitia pelaksanaan pemungutan suara juga harus memastikan peserta bisa menjaga jarak antara satu dengan yang lainnya, guna mencegah adanya kontak yang bisa menimbulkan penularan Covid-19.

Menurut dia, panitia TPS juga harus menyediakan fasilitas cuci tangan agar bisa steril dari adanya penyebaran virus pada saat mencoblos.

“Selanjutnya adalah cek suhu setiap pemilih yang datang, dilanjutkan dengan pemberian sarung tangan plastik yang nantinya diberikan saat pemilih akan memberikan suaranya di bilik suara,” katanya.

Karina melanjutkan, setiap TPS maksimal hanya boleh menerima 500 pemilih dengan didampingi delapan orang panitia TPS yang dilengkapi oleh alat pelindung diri (APD). APD yang akan dikenakan meliputi masker, face shield, dan sarung tangan.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here