Juventus Tak Tutup Kemungkinan Rekrut Pogba Lagi

Baca Juga

MATA INDONESIA, TURIN – Juventus tak menutup kemungkinan mendatangkan Paul Pogba lagi. Bianconeri masih peduli dengan pemain asal Prancis itu.

Juventus mendatangkan Pogba dari Manchester United di 2012. Bermain di Turin selama empat musim, Pogba mencatatkan 34 gol dari 178 penampilan.

Pogba menunjukkan penampilan apiknya selama berseragam Juventus dan membuat MU kepincut lagi memulangkan Pogba ke Old Trafford. Setan Merah merekrutnya sebagai pemain termahal di 2016.

Tapi, penampilan Pogba bersama MU tak pernah benar-benar maksimal. Kritikan sering dialamatkan kepada juara Piala Dunia 2018 bersam Prancis. Bahkan, Pogba selalu dikaitkan dengan Rael Madrid karena tak kuat dengan kritikan pedas terutama media Inggris.

Musim ini, Pogba kembali menjadi sorotan. Akhir pekan lalu, dia membuat MU kalah lawan Arsenal 0-1. Pogba-lah yang memberikan penalti kepada The Gunners usai melangga Hector Bellerin.

Juventus tak menutup peluang mendatangkan Pogba lagi. Pasalnya, tim besutan Andrea Pirlo itu sukses memulangkan Alvaro Morata dan tampil mengilap lagi.

“Untuk masalah Pogba, saat ini dia pemain Manchester United dan saya rasa terlalu dini untuk memikirkan target pemain di masa depan,” ujar direktur Juventus, Fabio Paratici, dikutip dari Football Italia, Kamis 5 November 2020.

“Kami semua di sini peduli dengan Pogba, salah satu mantan pemain yang sudah memberikan banyak hal pada Juventus. Tapi, saat ini terlalu dini bicara target pemain di masa depan. Kami fokus membangun tim musim ini,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sekolah Rakyat Dinilai Efektif Wujudkan Pendidikan Bermutu

Oleh : Andhika RachmaPemerintah Indonesia terus menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas sumberdaya manusia melalui berbagai terobosan kebijakan di sektor pendidikan. Salah satu program yang kini menjadi perhatian publik adalah Sekolah Rakyat, sebuah inisiatif strategis yang dinilaiefektif dalam menghadirkan pendidikan bermutu sekaligus menjawab tantangan ketimpanganakses pendidikan. Dalam konteks pembangunan nasional, kehadiran Sekolah Rakyat tidakhanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga fondasi jangka panjang dalam menciptakangenerasi unggul yang berdaya saing.Sebelumnya, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menekankan bahwasekolah rakyat dibangun untuk masyarakat yang masuk dalam kategori keluarga penerimamanfaat dari golongan miskin ekstrem.Sekolah Rakyat hadir sebagai program afirmatif yang menyasar anak-anak dari keluarga tidakmampu. Program ini memberikan pendidikan secara gratis sepenuhnya, termasuk biayapendidikan, tempat tinggal, hingga kebutuhan dasar siswa yang ditanggung oleh negara. Hal inimenjadi langkah konkret pemerintah dalam memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak lagimenjadi penghalang bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas.Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia, Abdul Mu’timengatakan Sekolah Rakyat menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda untukmengembangkan potensi diri. Menurutnya, sekolah ini adalah tempat generasi muda tumbuhdan berkembang menjadi bangsa yang hebat. Program Sekolah Rakyat dirancang bagi anak-anak yang sempat terputus dari layanan pendidikan formal agar kembali memperoleh hakbelajar secara layak dan bermutu.Dalam implementasinya, Sekolah Rakyat dirancang dengan konsep sekolah berasrama(boarding school), yang memungkinkan pembinaan siswa dilakukan secara menyeluruh, baikdari aspek akademik maupun karakter. Kurikulum yang diterapkan tidak hanya menitikberatkanpada pembelajaran formal, tetapi juga penguatan nilai-nilai kepemimpinan, nasionalisme,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini