Ini Hasil Pertemuan Ridwan Kamil dan Ganjar Pranowo, Soal Pilpres?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melakukan pertemuan dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo akhir pekan lalu.

Muncul desas-desus, bahwa pertemuan ini membahas soal peluang dalam Pilpres 2024 mendatang. Benarkah?

Menurut Ridwan Kamil yang biasa disapa Emil, pertemuan itu sama sekali tak terkait dengan urusan Pilpres 2024.

Ia menyebut, pertemuan ini adalah bagian dari tugas dinas menemani istrinya, Atalia, yang terpilih menjadi Ketua Pramuka Jabar, untuk bertemu dengan istri Ganjar, Siti Atiqoh yang merupakan Ketua Pramuka Jateng.

“Mereka melakukan rapat kerja. Secara struktural gubernur sebagai ketua pembina pramuka. Di Jabar saya ketua pembinanya. Pembicaraannya 100 persen kepramukaan dan Covid-19,” kata Emil di Bandung, Senin 26 Oktober 2020.

“Karena ada kesamaan geografis. Membahas long weekend, beliau berpesan membantu menyisir pemudik asal Jateng di Jabar. Menjadi kesepahaman dengan Pak Kapolda kami akan melaksanakan pengetesan di jalan tol secara acak. Di luar itu tidak ada yang mengemuka, kami bersilaturahmi,” ujar Emil menambahkan.

Saat ditanya soal survei capres 2024 yang belakangan ini menjadi isu hangat, Emil menyebut hal itu sudah biasa. Namun, ia menegaskan, pertemuan dengan Ganjar tak membahas soal peluang tersebut.

“Survei mah setiap dua bulan berganti, ada naik ada turun itu biasa. Kemarin betul lebih karena kalau istri dilepas sendiri, kan bahaya. Jadi saya menemani, memastikan pembicaraan terkait kepramukaan berjalan baik. Tidak ada sedikitpun pembicaraan mengenai politik,” kata Emil.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini