8 Fakta Menarik Iriana Jokowi yang Sedang Ulang Tahun ke-57, Sudah Tahu?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Tanggal 1 Oktober ini, Iriana Joko Widodo (Jokowi) merayakan ulang tahun yang ke-57. Ibu Negara yang setia mendampingi Jokowi ini lahir di Surakarta Jawa Tengah.

Perempuan kelahiran 1963 ini adalah anak pertama dari lima bersaudara dari pasangan Noto Mihardjo dan Sudjiatmi. Orangtua Iriana adalah seorang guru.

Menjadi istri orang nomor satu di Indonesia, Iriana terlihat sebagai seorang sosok yang pendiam dalam setiap kehadirannya. Meski terkesan demikan, banyak fakta menarik tentang ibu tiga anak ini.

Penasaran apa saja? Berikut ini adalah 8 fakta menarik Iriana Jokowi yang mungkin Kamu belum tahu:

1. Nama Iriana memang terdengar berbeda dari nama-nama saudara kandungnya, Anik, Anto, Andi, dan Anjas. Penamaan Irianadiberikan kakeknya yang merupakan seorang guru di Irian Jayapura, Papua, sebelum tahun 1960-an.

2. Empat orang saudara Iriana merupakan teman baik dari Lit Sriyantini, adik Joko Widodo. Kegemarannya mengunjungi Lit inilah yang kemudian mempertemukannya dengan Joko Widodo.

3. Setelah berpacaran selama empat tahun lebih, Iriana resmi menikah dengan Jokowi pada 24 Desember 1986. Iriana telah dikaruniai tiga orang anak, antara lain Gibran Rakabuming Raka, Kahiyang Ayu, dan Kaesang Pangarep.

4. Iriana setia mendampingi Jokowi mulai suaminya menjadi karyawan, merintis usaha sendiri, hingga Jokowi silantik menjadi seorang presiden.

5. Meskipun menjadi Ibu Negara, Iriana kerap berpenampilan sederhana dalam berbagai acara. Sama sepertinya sang suami, Iriana juga dikenal sebagai wanita yang ramah, dan bersahaja.

6. Pernah menjabat sebagai Ketua Tim Penggerak PKK DKI Jakarta 2012-2014, saat Jokowi menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Selain itu, saat suaminya menjabat sebagai Wali Kota Surakarta, Iriana menjadi Ketua Tim Penggerak PKK Surakarta sejak 2005-2015.

7. Mengikuti jejak sang suami, Iriana gemar dengan burung. Bahkan hobinya ini sering dilakukan saat berkesempatan untuk blusukan ke pasar burung. Diketahui baik Iriana ataupun Jokowi, sama-sama mengoleksi jenis burung parkit, jalak dan perkutut.

8. Merakyat banget, Iriana doyan makanan khas ‘wong ndeso’ alias orang kampung. Makanan kesukaan Iriana di antaranya ada bakmi godog, sate kare, sego liwet, dan sate buntel.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Stabilitas Keamanan sebagai Jalan Menuju Kesejahteraan

Oleh: Yonas Wenda*Stabilitas keamanan di Papua bukan sekadar kebutuhan jangka pendek, melainkanfondasi strategis bagi terwujudnya masa depan yang damai, sejahtera, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat. Dalam beberapa waktu terakhir, pendekatanyang dilakukan aparat keamanan menunjukkan arah yang semakin konstruktif, dengan menempatkan sisi kemanusiaan sebagai inti dari setiap langkah. Pendekatanini tidak hanya memperkuat rasa aman, tetapi juga membangun optimisme kolektifbahwa Papua sedang bergerak menuju fase baru yang lebih stabil dan penuhharapan.Kehadiran aparat keamanan di tengah masyarakat kini semakin dirasakan sebagaibagian dari solusi, bukan sekadar instrumen penegakan hukum. Melalui patroli rutin, pengamanan aktivitas masyarakat, serta interaksi yang lebih humanis, negara menunjukkan komitmennya dalam melindungi seluruh warga tanpa terkecuali. Situasi yang aman dan kondusif memungkinkan masyarakat menjalankan aktivitassosial, ekonomi, dan keagamaan dengan lebih tenang, yang pada akhirnyaberdampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup.Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Faizal Ramadhani, menegaskan bahwapendekatan humanis menjadi strategi utama dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua. Ia menyampaikan bahwa Polri hadir bukan hanya untuk menjaga ketertiban, tetapi juga untuk memberikan rasa nyaman dan membangun kepercayaanmasyarakat. Pernyataan tersebut mencerminkan transformasi pendekatan keamananyang semakin adaptif terhadap kebutuhan sosial masyarakat Papua, di mana kepercayaan menjadi modal utama dalam menciptakan ketertiban yang berkelanjutan.Hal senada disampaikan oleh Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, AdarmaSinaga, yang menekankan pentingnya konsistensi kehadiran aparat di lapangan. Ia menyatakan bahwa setiap aktivitas masyarakat, termasuk ibadah, harus dapatberlangsung dengan aman sebagai bagian dari hak dasar warga negara. Konsistensiini menjadi bukti nyata bahwa negara tidak pernah abai terhadap kondisi masyarakatPapua, melainkan terus hadir untuk memastikan rasa aman terjaga di setiap linikehidupan.Lebih dari itu, stabilitas keamanan yang terjaga juga memberikan dampak positifterhadap percepatan pembangunan di Papua. Dengan situasi yang kondusif, berbagai program pemerintah dapat berjalan lebih optimal, mulai dari pembangunaninfrastruktur, peningkatan layanan pendidikan, hingga penguatan sektor ekonomiberbasis masyarakat. Dalam konteks ini, keamanan dan pembangunan memilikihubungan yang saling menguatkan,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini