Mendekat ke Atletico Madrid, Berapa Gaji Suarez?

Baca Juga

MATA INDONESIA, MADRID – Luis Suarez sepakat memutus kontraknya dengan Barcelona demi pindah ke Atletico Madrid. Berapa kontrak dan gaji yang ditawarkan Atletico?

Suarez tak masuk dalam rencana pelatih baru Barcelona, Ronald Koeman. Pemain asal Uruguay dipersilakan mencari klub baru meski masih terikat kontrak satu tahun lagi.

Atletico bersedia menampung Suarez. Bahkan, mereka sudah melepas Alvaro Morata dengan status pinjaman ke Juventus demi menyediakan ruang untuk Suarez. Morata sudah tiba di Turin dan akan segera menjalani tes medis.

Transfer Suarez ke Atletico memang belum rampung, tapi pemain berusia 31 tahun itu diyakini akan berlabuh di Wanda Metropolitano, kandang Atletico, menggantikan posisi Morata.

Dikutip dari Marca, Selasa 22 September 2020, Suarez akan segera memutus kontraknya dengan Barcelona. Kemudian, Atletico akan menyiapkan kontrak berdurasi dua tahun dengan bayaran sembilan juta Euro per musim.

Suarez bergabung dengan Barcelona di 2014. Selaman enam musim, dia mencetak 198 gol dari 283 penampilan. Suarez memenangkan empat trofi LaLiga, empat Piala Raja, dua Piala Super Spanyol, Liga Champions, Piala Super Eorpa, dan Piala Dunia Antarklub.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini