Pelatih RB Leipzig Akui PSG Pantas Lolos ke Final

Baca Juga

MATA INDONESIA, LISBON – RB Leipzig gagal melangkah ke semifinal Liga Champions. Pelatih Julian Nagelsmann mengakui PSG tampil lebih baik dan pantas menang.

Berlaga di Estadio da Luz, Rabu 19 Agustus 2020 dini hari WIB, PSG mengalahkan Leipzig dengan skor 3-0. Tiga gol kemenangan PSG dicetak Marquinhos, Angel Di Maria, dan Juan Bernat.

Neymar dan Kylian Mbappe juga tampil apik di laga ini meski tak mencetak gol. Neymar menyumbang satu assist, sementara dengan kecepatannya, Mbappe kerap merepotkan pertahanan lawan.

Nagelsmann mengatakan, timnya memulai laga dengan baik. Tapi, mereka tak bisa menyaingi kualitas yang dimiliki skuat PSG.

“Pada akhirnya tiket final Liga Champions untuk PSG dan mereka pantas mendapatkannya. 10-12 menit pertama kami tampil baik. PSG lebih punya banyak kualitas dan mereka tampil lebih baik, terkadang sepak bola seperti itu,” ujar Nagelsmann, kepada BT Sport, Rabu 19 Agustus 2020.

“Kami harus memutuskan sebelum pertandingan apakah ingin menyerang lebih awal. Di 10 menit pertama, kami punya tiga atau empat momen dan melakukan dua atau tiga kesalahan besar. Ketika kebobolan gol kedua, rasa percaya diri para pemain hilang,” katanya.

“Kami tim muda dan akan berusaha tampil baik lagi musim depan. Para pemain bisa kembali lagi dan berusaha menjuarai Bundesliga dan piala-piala. Tak mudah melupakan hasil ini, tapi dalam satu minggu semuanya akan kembali normal,” tegasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini