Ilustrasi baju koko. (Foto: Istimewa)

MINEWS, JAKARTA – Apa yang ada di pikiran kalian saat mendengar baju koko? Pasti langsung mengarah ke pakaian muslim yang dikenakan oleh kaum pria kan?

Yups, baju koko memang identik dengan kaum Muslim. Setiap acara keagamaan dan kegiatan ibadah, kamu pasti akan menemukan banyak pria yang menggunakan baju ini. Nggak hanya itu, baju koko juga bisa digunakan untuk sehari-hari, bahkan dijadikan untuk seragam sekolah.

Berbicara mengenai baju koko, seperti apa sih sejarahnya? Menurut asal usulnya, baju koko ini sebenarnya bukan asli dari Indonesia. Ada banyak versi tentang sejarah baju koko.

Dalam beberapa literasi, baju koko adalah hasil percampuran budaya antara Betawi dengan baju sehari-hari masyarakat Tionghoa, yakni Tui-kim. Menurut budayawan Remy Sylado dalam novel “Pangeran Diponegoro: Munju Sosok Khalifah,”, disebut baju koko karena pada awalnya baju ini dipakai sama engkoh-engkoh, alias laki-laki Tionghoa.

Namun ada budayawan lain yang menentang hal itu, yaitu Ridwan Saidi. Ia berpendapat bahwa proses munculnya baju koko itu, karena adanya proses budaya yang universal, bukan karena saling mengadopsi.

Masyarakat Indonesia sendiri mulai mengenal baju koko ini sejak warga Tionghoa berdagang di Indonesia. Nah, karena adanya asimilasi budaya, jadilah muncul koko modern yang saat ini jadi pakaian khas umat Islam Indonesia. (Dinda)