Petugas lepas KPU DKI memasukkan data ke Sistem Informasi Penghitungan (Situng) DKI Jakarta di Hotel Merlyn Park, Jakarta, Senin (22/4/2019). Hasil penghitungan suara Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 yang dimuat dalam Situng milik KPU masih terus bergerak dan ditampilkan dalam portal pemilu2019.kpu.go.id. SP/Joanito De Saojoao.

MINEWS, JAKARTA-Tercatat, Senin pukul 07.17 WIB, data suara Pilpres 2019 yang masuk ke Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencapai 67,676 persen.

Total suara sementara yang masuk itu berasal dari 550.446 Tempat Pemungutan Suara (TPS) dari total 813.350 TPS di seluruh Indonesia.

Paslon nomor urut 01 dalam Pilpres 2019 Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin memperoleh 56,31 persen suara atau sebanyak 58.388.329 suara. Sementara lawannya, paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto/Sandiaga Salahudin Uno meraup 43,69 persen atau 45.301.694 suara.

Pengunggahan data di Provinsi Bengkulu hampir selesai dengan 99,9 persen data masuk. Bengkulu lalu disusul provinsi Bali (99,4 persen), Gorontalo (99,1 persen), dan Kepulauan Bangka Belitung (97,7 persen) Sementara data dari TPS di luar negeri mencapai 87,6 persen.

Sementara Provinsi Papua memiliki persentase terkecil data yang diunggah yaitu sebanyak 6,8 persen.

Di satu sisi untuk Pileg tingkat nasional atau pileg DPR RI, pada waktu yang sama data yang terkumpul di situng baru 30,93 persen. Total suara yang masuk itu berasal dari 251.616 dari 813.350 TPS. Data sementara PDIP memimpin perolehan suara mencapai hampir 20 persen disusul Golkar, Gerindra, NasDem, dan PKB.

Data yang dimasukkan ke Situng adalah data formulir C1 atau hasil penghitungan tiap TPS yang dipindai dan diunggah ke sistem. Penghitungan suara pada Situng seringkali disebut dengan real count KPU dan merupakan bentuk transparansi bagi masyarakat untuk turut memantau hasil Pemilu 2019.

Namun, data Situng bukan hasil resmi karena penetapan rekapitulasi suara akhir tetap dilakukan berdasarkan penghitungan manual berjenjang dari kecamatan, kota/kabupaten, provinsi, kemudian nasional.