MINEWS, JAKARTA-Empat penyelenggaraan tur jihad ke Jakarta diamankan oleh pihak kepolisian. Sebelumnya, dua penyelenggara mendatangi Polda Jatim dengan membawa surat pernyataan dan meminta maaf, selain itu keduanya mengatakan jika tur jihad gagal diberangkatkan.

Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan mengatakan empat koordinator yang diamankan yakni Muhammad Roni, Feni Lestari, wanita berinisial A dan seorang pria berinisial C. Keempatnya masih menjalani pemeriksaan dan pendalaman kasus ajakan tur jihad.

“Terkait dengan masalah ada salah satu akun yang mengajak tur jihad yang hampir selama satu minggu ini sudah kami tangani dari tim gabungan krimum dan krimsus,”kata Luki di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Minggu 19 Mei 2019.

Mereka telah melakukan kegiatan yang terkait dengan menyiarkan mempertunjukkan atau menempelkan di muka umum tulisan yang menghasut untuk melakukan tindak pidana dengan membuat program tour jihad Surabaya Jakarta dan melaksanakan aksi 22 Mei.

Luki menambahkan keempatnya memiliki tugas yang berbeda. Ada yang sebagai bendahara hingga koordinator.

“Ini sudah kita amankan ada 4 orang inisial A, inisial M, F dan C dengan masing-masing bagian tugasnya ada yang bagian bendahara ada yang membuat akun ada yang memang sebagai koordinator dan ada yang menyuruh,” katanya.

Kepada polisi, pelaku menyebut pada tur ini baru ada 44 orang yang mendaftar. Sementara baru ada 36 orang yang membayar. Luki menyebut jika memang terbukti bersalah, keempat pelaku bisa dijerat pasal berlapis.

“Saat ini sedang kami proses dengan kami kenakan rencananya pasal 160 KUHP dan 161 junto pasal 53 KUHP,” katanya.

Sebelumnya, ajakan tur ini sempat menyebar di pesan Whatsapp relawan akar rumput Prabowo-Sandi. Pada pesan tersebut, penyelenggara mencantumkan paket yang dapat dipilih selama lima hari mengikuti tur di Jakarta. Tur ini juga digadang akan bergabung dengan aksi people power.

Pilihannya pun beragam, mulai dari menggunakan transportasi bus besar yang dipatok dengan harga Rp 450 ribu, bus kecil dengan tarif Rp 400 ribu hingga mobil pribadi yang harganya Rp 600 ribu.