Gedung Sate Bandung. (dok.)

MINEWS, JAKARTA-Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana memindahkan pusat pemerintahannya dari Gedung Sate Kota Bandung ke Tegalluar, Kabupaten Bandung. Nantinya seluruh kantor dinas akan berada dalam satu kawasan tersebut.

“Itu sudah dibahas karena di pusat Kota Bandung macet. Kemudian kantor pemerintahan di sini masih terpisah. Terasa sama saya di saat saya butuh dinas minimal 20 menit itu yang dekat. Sementara tamu menunggu, kebijakan dibutuhkan cepat,” kata Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum.

Ia mengatakan wacana itu lahir melihat kondisi pusat pemerintahan saat ini terbilang belum memadai. Kantor-kantor dinas tersebar di beberapa lokasi sehingga menyulitkan dalam berkoordinasi.

Demi mengatasi hal tersebut, Uu bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mewacanakan untuk memindahkan pusat pemerintahannya ke Tegalluar. Hal itu demi memudahkan koordinasi dan meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat.

“Salah satu solusinya memindahkan pemerintahan ke wilayah Tegalluar dan itu menurut kami dibutuhkan untuk koordinasi bersama dinas dengan satu kawasan,” katanya.

Sementara Gedung Sate yang selama ini menjadi tempat pusat pemerintahan akan digunakan untuk kepentingan lain. Wacana ini, lanjut dia, sudah dikomunikasikan dengan DPRD Jabar secara informal.

Di lokasi yang sama, Kepala Bappeda Jabar Taufik Budi Santoso menyatakan, wacana pemindahan pusat pemerintahan saat ini sedang dalam pengkajian. Pihaknya masih melakukan identifikasi terhadap lokasi-lokasi termasuk Tegalluar, cocok atau tidak sebagai tempat pemerintahan baru.

Karena kata dia, ada undang-undang yang mengatur terkait pusat pemerintahan baru. Pertama tidak menggunakan lahan lindung, di kawasan bencana, dan wilayah lainnya.

“Jadi secara lokasi yang diharapkan kita adalah dia dalam satu kawasan tidak terpencar seperti sekarang itu tujuan utama. Kemudian lebih efisien, efektif dan mudah akses layanan kepada masyarakat,” ujarnya.