Gedung Bappenas yang dulu digunakan sebagai Loji Freemason
Gedung Bappenas yang dulu digunakan sebagai Loji Freemason

MINEWS.ID, JAKARTA – Tak mudah mencari bukti kemunculan freemason di Indonesia. Namun anyak pelbagai analisa muncul dengan bukti nyata cerita mula-mula dari ratusan tahun lalu.

Pangkalnya, freemason lahir pada tahun 1717 di Inggris. Organisasi yang kerap dikenal dengan simbol ‘Mata Satu’ ini pun menyebar dari daratan Eropa hingga disebut sampai ke Indonesia.

Salah satu peninggalannya, disebut-sebut ada sebuah bangunan khas masih di sekitaran Jakarta, tepatnya di gedung tua Jalan Suropati, yang kini menjadi markas Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Mereka menyebutnya dengan Loji. Dikutip dari karya Th. Stevens, gedung ini dulunya bernama Adhuc Stat.

Gedung yang dibangun pada 1934 ini merupakan bangunan baru untuk Loji Bintang Timur, sebuah loji baru yang menjadi peleburan dari beberapa loji yang sudah ada sebelumnya. Gedung ini dibangun oleh seorang Belanda, Ir. N.E. Burkovens Jaspers.

Anggota Freemason Indonesia
Anggota Freemason Indonesia

Seiring berjalannya waktu, freemason masuk beradaptasi menjadi Tarekat Mason. Mereka memilih berkembang di pulau Jawa, lantaran banyak dinilai mistis atau lengket dengan hal-hal spiritual.

Untuk menutupi pergerakannya, Tarekat Mason pun berkutat pada kegiatan sosial, amal, dan bantuan pendidikan. Seperti yang diceritakan Abdurrachman Surjomihardjo pada buku Kota Yogyakarta Tempo Doeloe: Sejarah Sosial 1880-1930, melihat upacara penerimaan anggota baru atau inisiasi anggota Mason diselimuti kerahasiaan.

Selain kegiatan sosial, kehadiran Tarekat Mason di Hindia Belanda juga mendorong pembentukan dan perkembangan kaum elit bumiputera di Jawa. Dsinyalir, mereka lah yang ‘melahirkan’ organisasi modern bernama Boedi Oetomo.

Pada akhirnya, ada perlawanan dari masyarakat, termasuk dari Presiden Sukarno. Tepatnya pada tanggal 6 September 1962, presiden pertama Indonesia tersebut mengeluarkan putusan Presiden RI No. 264 Tahun 1962, tentang pelarangan organisasi Vrijmetselarij atau Freemasonry atau Tarekat Mason Bebas dan sejenisnya.

Singkatnya kisah ini selalu dikuatkan dengan berdiri kokoh di di Jalan Budi Utomo No. 1, Jakarta Pusat, atau sekarang dinamakan sebagai gedung Bappenas, Menteng. (Pramirvan Datu)