Yandex

MINEWS.ID, MOSKOW – Tak semua orang di dunia menggunakan Google sebagai mesin pencari pada saat berselancar di internet. Ada sejumlah mesin peramban online selain Google. Ada Bing milik Microsoft, Baidu di Cina, dan Yahoo sebagai pionirnya.

Di Rusia, orang mengenal Yandex. “Google-nya Rusia” ini lebih dari sekadar mesin peramban. Pada akhir 1990-an, laman Yandex.ru diluncurkan. Sekarang, dia telah berkembang menjadi raksasa IT yang merambah ke banyak area. ”Di Barat, mereka menjuluki kami Google dari Rusia, tapi sesungguhnya kami jauh lebih maju dari itu: kami adalah Uber dari Rusia dan Spotify dari Rusia dan banyak hal lain dari Rusia,” ujar pendiri dan CEO Yandex, Arkadiy Volozh, pada Mei 2017, seperti dikutip dari BBC.

Pada mulanya, Yandex adalah sebuah proyek dari perusahaan telekomunikasi bernama Comptek yang didirikan Volozh nyaris satu dekade sebelumnya. Bagaimana ceritanya sehingga Yandex menjadi raksasa IT yang meraih $1,3 miliar pada saat IPO pada 2011 — tidak jauh berbeda dari IPO Google sebesar 1,7 miliar dolar AS.

Yandex boleh saja merupakan perusahaan Rusia, namun mereka mulai menarik nama-nama besar yang sebelumnya sudah bekerja di luar Rusia. Di departemen riset, ada karyawan-karyawan yang sebelumnya bekerja di Google dan Microsoft.

Ini menandakan Yandex menganggap Google sebagai salah satu rivalnya. Ini bisa jadi benar, bila menilik masalah teknologi dan ide.

Tak semua orang Rusia menjadi pimpinan di Yandex. David Talbot, mantan periset bahasa Google, adalah kepala proyek Yandex.Translate. Talbot bergabung dengan tim yang dipimpin Mikhail Bilenko, yang sebelumnya mengembangkan platform pembelajaran mesin (machine learning) di Mocrosoft. Bilenko adalah kepala kecerdasan mesin dan periset di Yandex.

Sempat ada kontroversi ketika Talbot bergabung dengan Yandex. Karena platform ini muncul hanya terpaut sebentar setelah Google Translate menggunakan sistem yang sama.

Namun Talbot mengatakan kepada BBC, arsitektur yang dipakai berbeda, yang berarti mesin Yandex akan berjalan lebih baik untuk penerjemahan Bahasa Inggris ke Rusia.

Saat ini Yandex adalah perusahaan teknologi multinasional Rusia yang mengkhususkan diri pada layanan dan produk yang berhubungan dengan Internet. Yandex mengoperasikan mesin pencari terbesar di Rusia dengan pangsa pasar sekitar 65 persen di negara itu. Ini juga mengembangkan sejumlah layanan dan produk berbasis Internet.

Yandex menempati peringkat ke-4 sebagai mesin pencari terbesar di seluruh dunia. Di bekas negara-negara Sovyet seperti Ukraina dan Kazakhstan Yandex lebih populer dibandingkan Google.

Yandex didirikan oleh dua anak muda Arkady Volozh dan Arkady Borkovsky tahun 1990. Mereka berdua awalnya mendirikan perusahaan Arkadia, yang mengembangkan perangkat lunak MS-DOS untuk digunakan dalam klasifikasi paten dan barang. Perangkat lunak mereka menampilkan pencarian teks lengkap dengan dukungan morfologi Rusia. Pada tahun 1993 Arkadia menjadi subdivisi Comptek International, perusahaan lain yang didirikan oleh Volozh pada tahun 1989. Pada tahun 1993-1996 perusahaan terus mengembangkan teknologi pencariannya dan merilis perangkat lunak untuk mencari melalui Alkitab dan literatur klasik Rusia.

Arkadiy Volozh

Pada tahun 1993 Arkady Volozh dan Ilya Segalovich, teman sejak masa sekolah mereka dan saat itu bekerja sama untuk mengembangkan perangkat lunak pencarian, menemukan kata “Yandex” untuk menggambarkan teknologi pencarian mereka. Nama awalnya berdiri untuk “Yet Another iNDEXer”. Kata Rusia “Я” (“Ya”) sesuai dengan kata ganti pribadi bahasa Inggris “I”, yang membuat “Яndex” menjadi huruf dwibahasa di “indeks”.

Mesin pencari yandex.ru diluncurkan pada tanggal 23 September 1997 dan dipamerkan di pameran Softool di Moskow. Awalnya mesin pencari dikembangkan oleh Comptek. Pada tahun 2000 Yandex dimasukkan sebagai perusahaan mandiri oleh Arkady Volozh.

Pendapatan Yandex terutama berasal dari iklan online. Pada tahun 1998 Yandex meluncurkan iklan kontekstual di search engine-nya. Pada tahun 2001 meluncurkan jaringan iklan Yandex. Direct. Yandex LLC menjadi menguntungkan pada bulan November 2002. Pada tahun 2004, penjualan Yandex meningkat menjadi 17 juta dolar, 10 kali lebih besar dari pendapatan perusahaan dua tahun sebelumnya. Laba bersih perusahaan pada tahun 2004 mencapai 7 juta dolar AS.

Pada tanggal 19 Mei 2010, Yandex meluncurkan mesin pencari web berbahasa Inggris. Pada musim semi 2011 Yandex mengumpulkan 1,3 miliar dolar AS untuk penawaran umum perdana NASDAQ. Itu adalah IPO AS terbesar untuk sebuah platform sejak Google Inc. go public pada tahun 2004. Di antara investor terbesar di Yandex adalah Baring Vostok Capital Partners dan Tiger Global Management.

Pada pertengahan 2017, Yandex membuka perpustakaan pembelajaran-mesin mereka sendiri. Mereka juga mengembangkan layanan cloud yang bertujuan membantu perusahaan-perusahaan lain mengembangkan produk-produk mereka. Pada akhirnya proses ini akan berujung pada inovasi teknologi pengenalan suara Yandex.

Yandex juga bisa disebut pionir dalam membawa mobil tanpa pengemudi mereka ke jalan. Misalnya, taksi tanpa pengemudi mereka diluncurkan di daerah pedalaman Kazan, ibu kota wilayah Tatarstan di Rusia.

Kota kecil yang bernama Innopolis ini terkenal memiliki kluster IT sendiri, dan sekarang penduduknya bisa berkendara tanpa memegang setir.

Ini mirip dengan proyek Waymo milik Google, bedanya mobil-mobil pintar ini berseliweran di padang rumput Rusia, dan bukan di Phoenix.

Yandex juga menjadi tempat tujuan bekerja bagi anak-anak muda Rusia yang paling pintar, namun meskipun Rusia memiliki banyak tempat kerja untuk para spesialis teknologi, universitas di negara tersebut tidak membentuk mahasiswa yang “business-minded”.

Membangun generasi baru ‘Yandexoids’ (begitu mereka menyebut karyawan Yandex) juga menjadi tujuan utama perusahaan ini.
Yandex memiliki program untuk mengajari dasar-dasar pemrograman untuk anak-anak.

Yandex School of Data Analysis juga menawarkan kelas-kelas gratis untuk siswa tingkat atas dan pasca-sarjana sejak 2007. Mereka juga memiliki program bersama dengan sejumlah kampus Rusia. Yandex tidak hanya mencoba mengajari para pengembang dan analis muda untuk bekerja dengan big data dan kecerdasan buatan, namun mereka juga mencoba melibatkan seluruh populasi Rusia.

Yandex bukan lagi sekadar mesin peramban; dia telah beroperasi di area mesin penerjemahan, menjual dan mengantarkan barang, menyajikan makanan, meneleponkan taksi, menjadi bioskop pribadi (berkat database film Kinopoisk), membantu Anda mencari ilmu, bahkan mengejar kereta. Yandex mulai ada di semua aspek kehidupan masyarakat Rusia.

Anda mungkin merasa bahwa telepon pintar Anda bahkan lebih mengetahui Anda ketimbang pasangan sendiri.

Dengan segala keterlibatan Yandex di dalam aktivitas online di Rusia, Yandex memiliki akses pada data pengguna yang sangat besar.

Seluruh data ini ‘disuapkan’ ke mesin AI perusahaan, yang pada akhirnya membuat mesin ini semakin berkembang lebih besar, dan lebih besar lagi.

Apakah Yandex akan menjadi monopoli di Rusia? Iskander Giniyatullin, seorang partner di ventura teknologi Sistema VC, tidak setuju. ”Kalau Yandex bergabung dengan Uber Taxi, bisa dilihat sebagai hasil kompetisi kedua perusahaan ini. Tapi yang dilakukan Yandex merambah ke area lain yang lebih menjanjikan,” ujar dia.

Yandex saat ini telah memiliki layanan taksi di Lithuania, Latvia, dan Estonia. Tidak mengherankan bila raksasa IT Rusia ini beroperasi di negara-negara yang dulu merupakan bagian dari Uni Soviet.