Budiman Sujatmiko
Budiman Sujatmiko

MINEWS, JAKARTA – Jubir TKN Jokowi-Ma’ruf, Budiman Sujatmiko menyebut, jelang hari H Pilpres 2019 pada 17 April mendatang, penyebaran hoax belakangan ini semakin parah dan masif.

Ia menyebut, hoax tersebut kebanyakan menyasar pasangan calon nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf dengan pemberitaan atau informasi yang menyesatkan.

“Hoax ini terstruktur, diulang-ulang dan mengaduk emosi serta kepercayaan orang,” kata Budiman di Jakarta, Kamis 21 Februari 2019.

Menanggapi maraknya hoax ini, Budiman berkata harus ada gerakan yang serius untuk menangkal apa yang disebutnya sebagai pembodohan tersebut.

Apalagi, hoax kini disebarkan dengan menggabungkan kecanggihan teknologi informasi dan psikologi. Menurutnya, hal tersebut bukan hanya membahayakan pemilih, tapi juga seluruh bangsa Indonesia.

Senada dengan Budiman, aktivis Gerakan Tangkal Hoaks Dini Purwono berkata didasarkan sebuah riset, 75 persen masyarakat Indonesia kesulitan membedakan informasi yang benar dan hoax.

Menurutnya, kesulitan membedakan informasi tersebut karena hoax disebar dengan menggabungkan fakta-fakta yang ada, lalu diberi narasi yang menyesatkan dengan data yang dipelintir atau disembunyikan.

Hoaks kini juga tidak saja menyerang Jokowi-Ma’ruf Amin, namun juga menyerang kredibilitas pemilu dan penyelenggaraannya, yaitu KPU dan Bawaslu.

Untuk menangkal hoaks tersebut, pihaknya terus melakukan upaya mitigasi bersama masyarakat. Di antaranya dengan memberikan cap atau stempel hoaks atau fitnah terhadap selebaran-selebaran yang tidak benar. Dengan stempel tersebut diharapkan masyarakat menyadari bahwa informasi tersebut tidak benar.