Donald Trump & Hassan Rouhani

MINEWS, INTERNASIONAL – Amerika Serikat kembali menjatuhkan sanksi baru untuk Iran pasca sepekan serangan terhadap dua infrastruktur minyak milik Saudi Aramco.

Sanksi ini ditujukan kepada bank sentral Iran dan anggaran pembangunannya. Keputusan tersebut diumumkan Trump secara resmi di Gedung Putih, Sabtu 21 September 2019, setelah sebelumnya ia menyampaikannya melalui akun Twitter.

“Ini sanksi tertinggi yang pernah kami terapkan kepada sebuah negara. Ini akan jadi neraka buat Iran, mereka akan bangkrut,” kata Trump di Gedung Putih.

Sebelumnya, Arab Saudi dan AS sama-sama menuduh Iran berada di balik penyerangan terhadap dua kilang minyak milik Saudi Aramco. Meski di pihak lain, pejuang militan Houthi di Yaman mengklaim bahwa merekalah pelakunya.

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin secara tegas berkata, Washington akan memotong semua sumber pendanaan ke Iran. Sanksi terbaru ini mengincar bank sentral dan Dana Pembangunan Nasional Iran.

Departemen Keuangan AS mengatakan sanksi ini juga mengincar Etermad Tejarate Pars Co. Menurut pemerintah AS, perusahaan itu digunakan untuk menyembunyikan transfer keuangan pembelian untuk militer Iran.