MINEWS, JAKARTA-Banjir mulai merendam beberapa wilayah di DKI Jakarta. Mulai dari Kelurahan Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta selatan, hingga Cililitan Jakarta Timur. Ketinggian air bahkan mencapai 3,7 meter.

Banjir juga memaksa sejumlah warga untuk mengungsi. Kondisi di pengungsian dengan segala keterbatasannya bisa menurunkan daya tahan tubuh sehingga mudah terserang penyakit.

Nah, berikut beberapa penyakit yang perlu di waspadai dan kerap menyerang saat banjir maupun sesudahnya.

1. ISPA

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan keluhan umum yang banyak dijumpai dalam keseharian. Kondisi dingin dan lembab saat banjir akan meningkatkan risiko infeksi karena daya tahan tubuh cenderung menurun.

2. Diare

Di pengungsian, dapur umum merupakan salah satu titik rawan penularan infeksi. Bila tidak dikelola dengan baik, makanan bisa terkontaminasi kuman yang mengganggu pencernaan. Demikian juga saat menyantapnya, terbatasnya air bersih untuk cuci tangan juga bisa menyebabkan diare.

3. Infeksi jamur kulit

Kaki yang selalu lembab dan terpapar air kotor rawan jadi sarang pertumbuhan jamur. Bila tidak rajin dibersihkan, maka sangat mungkin terjadi infeksi.

4. Kekambuhan penyakit

Jadwal minum obat pada pengidap penyakit kronis, seperti hipertensi dan kencing manis, sangat mungkin terganggu saat berada di pengungsian. Stok obat yang habis atau tertinggal di rumah, sebagai contoh, bisa membuat kondisi tubuh sulit dikontrol lalu memicu kekambuhan.

5. Leptospirosis

Disebut juga penyakit kencing tikus, biasanya muncul seusai banjir ketika air mulai surut. Tikus-tikus yang juga kehilangan sarang karena banjir berkeliaran dan menularkan infeksi lewat kencingnya yang mencemari sumber-sumber air.