anggota DPR tidur
Anggota DPR RI tertidur (istimewa)

MINEWS, JAKARTA – Sedang jadi sebuah fenomena di banyak wilayah di Indonesia, para anggota DPRD provinsi maupun kabupaten/kota menggadaikan SK mereka ke bank untuk mendapat uang pinjaman.

Bayangkan, seperti di Provinsi Banten, baru dilantik seminggu, sebanyak 20 anggota DPRD ketahuan menggadaikan SK-nya. Hal yang sama terjadi di Jawa Barat sampai Jawa Timur.

Nah, barangkali mereka punya keperluan mendesak sehingga harus gadaikan SK. Mungkin saja, 5 faktor ini menjadi sebabnya, yuk simak.

1. Bayang Utang Kost Politik

Tak sedikit anggota DPRD mendapatkan kursi setelah menggelontorkan duit seabrek-abrek, alias bermain politik uang. Nah, terkadang, untuk mendapatkan uang yang akan dipakai membeli suara, anggota DPRD sebelumnya meminjam kepada pihak tertentu. Setelah jadi, jelas saja mereka harus mengembalikan uang pinjaman itu, maka digadailah SK ke bank agar mendapatkan dana segar untuk bayar utang kost politik.

2. Beli atau Nyicil Rumah

Malu dong yah, jadi anggota DPRD, tapi tinggal di lingkungan kumuh dengan rumah yang kecil. Biar kelihatan keren, biasanya setelah dapat jabatan enak, langsung beli rumah. Nah, untuk beli atau nyicil rumah, pasti butuh dana besar. Gadai SK solusinya.

3. Punya Banyak Istri atau Wanita Simpanan

Nah ini nih, sudah bukan rahasia lagi banyak pejabat yang memiliki wanita simpanan, yang setiap bulannya harus dibiayai dengan uang tak sedikit. Atau, punya banyak istri di berbagai tempat, sehingga pengeluaran jadi bertambah ekstra. Dana segar pun dibutuhkan untuk menghidupi mereka, gadai SK lagi-lagi jadi langkah yang tepat.

4. Beli Barang Mewah untuk Jaga Gengsi

Sama seperti nomor dua, namanya anggota DPRD, kurang asyik rasanya kalau nggak nyentrik. Jas mahal, celana harga selangit, sampai jam tangan serta mobil mewah, semua harus serba mahal dong. Darimana coba dapat duit untuk memenuhi itu semua? Dari gaji? Ahhh, kuranglah. Gadai SK dong solusi jitunya.

5. Punya Yayasan, Organisasi atau Panti Asuhan

Ya, gadai SK sih nggak selalunya buruk. Mungkin saja, salah satu anggota DPRD yang ketahuan menggadai SK, ternyata benar-benar butuh duit untuk membiayai yayasan, organisasi atau panti asuhan yang mereka miliki. Bisa saja, kemungkinan. Kalau benar, bagus kan.