Abdurrahman Wahid alias Gus Dur

MINEWS, JAKARTA – Di tengah kekisruhan yang kerap terjadi di Tanah Air, terutama yang baru-baru ini, yakni kerusuhan Papua, sudah selayaknya bangsa kita membutuhkan sosok-sosok toleran dan penuh kebijaksanaan seperti almarhum Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Sosok pengganti Gus Dur ini haruslah mampu melihat dan meredam situasi panas, dan bisa merekatkan kembali persaudaraan serta komitmen kebangsaan untuk persatuan NKRI.

Nah, di peringatan milad Gus Dur kali ini, Mata Indonesia News coba menawarkan beberapa nama tokoh-tokoh muda Nahdlatul Ulama, yang sekiranya layak disebut sebagai penerus Gus Dur. Berikut para tokoh muda tersebut:

1. Nadirsyah Hosen

Beliau ini soal keilmuan sudah tak diragukan lagi. Lebih 20 tahun lamanya tinggal di Australia, pria yang sering dipanggil Gus Nadir ini adalah dosen di Monash University, Australia. Ia juga merupakan Ketua NU Australia.

Kalau kalian sering wara-wiri di Twitter, salah satu tokoh yang cukup terkenal di media sosial tersebut ya ini, Gus Nadir. Cuitan-cuitannya adem, kadang tajam, dengan pengetahuan yang luas, tutur bahasa santun, serta sedikit guyon dan satir. Sudah layaklah jadi tokoh muda yang akan menggantikan peran-peran Gus Dur semasa hidup.

2. Irwan Masduqi

Gus Irwan, begitu orang-orang memanggilnya. Di usia muda, pria kelahiran tahun 1983 ini sudah bergelar Kiai Haji (KH), dan sudah menjadi pengasuh salah satu pesantren terkenal, As-Salafiyyah, Mlangi, Yogyakarta.

Ia aktif menuangkan pikiran dan gagasannya tentang keindonesiaan, baik melalui media elektronik, cetak hingga media sosial. Kalau dengar ceramahnya, adem deh pokoknya!

3. Miftah Maulana Habiburrahman

Belakangan ini Gus Miftah sedang naik daun, setelah menjadi sosok kunci dibalik mualafnya Deddy Corbuzier. Tapi, sebenarnya Gus Miftah selama ini dikenal sebagai seorang pendakwah untuk kaum-kaum marjinal.

Pimpinan Ponpes Ora Aji, Sleman, Yogyakarta ini adalah tokoh muda NU yang dulunya pernah menggemparkan jagat Nusantara, karena ia berceramah di hadapan ratusan Pekerja Seks Komersial (PSK). Ya, katanya sih, setelah ceramah itu, banyak PSK yang bertaubat. Tapi, benar kok, ceramah Gus Miftah itu asyik, penuh guyon dan dalam dari segi keilmuan.