MINEWS.ID, JAKARTA – Menjamurnya pedagang saat tiba bulan Ramadan bukanlah hal yang aneh lagi bagi banyak orang, hampir di setiap jalan banyak pedagang yang menjajakan barang dagangannya.

Termasuk juga di Pasar Tanah Abang, memasuki bulan Ramadan pedagang yang berjualan disana pun makin bertambah, yang menjadi penyebab makin semrawut suasana di Pasar Tanah Abang.

Warga berbagi jalan dengan PKL yang berjualan di kolong trotoar jembatan penyebrangan multiguna (skybridge) Tanah Abang, Jakarta, Rabu, 15 Mei /2019 Suasana penataan kawasan Tanah Abang yang tidak maksimal serta tidak terakomodirnya PKLmenyebabkan mereka kembali berjualan di trotoar untuk mencari rezeki di bulan Ramadhan. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
Warga berbagi jalan dengan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di trotoar jembatan penyebrangan multiguna (skybridge) Tanah Abang, Jakarta, Rabu, 15 Mei 2019. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
Kuli angkut melintas di antara kendaraan bermotor yang terjebak kemacetan di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta, Rabu, 15 Mei 2019. Penataan kawasan Tanah Abang secara terintegrasi dan menyeluruh dibutuhkan untuk mengurai kemacetan di kawasan pusat grosir pakaian terbesar di Asia Tenggara tersebut. ANTARA /Indrianto Eko Suwarso
Warga dan kuli angkut menyeberang jalan di antara kendaraan bermotor yang terjebak kemacetan di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta, Rabu, 15 Mei 2019. Kemacetan semakin bertambah seiring meningkatnya perdagangan di kawasan ini. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
Sejumlah kendaraan bermotor terjebak kemacetan di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta, Rabu, 15 Mei 2019. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso