MINEWS.ID, JAKARTA – Presiden Jokowi membayar zakat mal sambil membayangkan jika seluruh masyarakat muslim juga melakukannya maka akan semakin mudah mengentaskan kemiskinan dan Indonesia menjadi pusat ekonomi syariah.

“Potensi zakat yang besar di Indonesia bisa dimaksimalkan. Sebagaimana laporan Baznas mencapai Rp 232 triliun, sedangkan jumlah masuk ke Baznas baru sebesar Rp 8,1 triliun,” kata Jokowi di Istana Negara, Kamis 16 Mei 2019.

Menurutnya, masih ada potensi yang sangat besar. Dia juga bergembira karena pertumbuhan zakat nasional sekarang rata-rata sudah mencapai 2,64 persen. Namun untuk mencapai posisi ideal perlu ada lompatan pertumbuhan pengumpulan dan penyaluran zakat yang besar di Indonesia.

Presiden mengharapkan pengumpulan dan penyaluran zakat dapat lebih terintegrasi melalui teknologi informasi.

Selain itu database zakat dapat dikerjakan dengan sistem yang lebih baik sehingga penyalurannya bisa berjalan lebih baik dan efisien.

Jokowi membayar zakat malnya senilai Rp55 juta atau naik Rp5 juta dibandingkan tahun lalu yang seluruhnya dibayarkan secara tunai melalui Baznas.