MINEWS.ID, JAKARTA – Meninggalnya ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) sudah diketahui secara medis, maka pemerintah memastikan tidak akan membentuk tim pencari fakta.

“Penyebab kematiannya bisa dibuktikan. Bukan juga karena diracun,” kata Kepala Staf Presiden Jenderal (purn) Moeldoko di Jakarta.

Menurut data Kementerian Kesehatan, meninggalnya ratusan petugas tersebut sebagian besar karena gagal jantung dan stroke.

Maka, Moeldoko menyayangkan sejumlah pihak menyebut meninggalnya petugas KPPS akibat hal yang tidak wajar yaitu diracun.

Menurut Moeldoko penilaian seperti itu tidak menghormati jerih payah korban dalam menyelenggarakan Pemilu dan melukai hati keluarganya yang masih hidup.

Meski tidak membentuk Tim Pencari Fakta, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan akan mengkaji sejumlah faktor medis berkaitan dengan beban kerja petugas KPPS yang berat.

Kajian itu akan menghasilkan perbaikan sistem kerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) hingga ke jajaran terbawah.

Moeldoko juga menyinggung masukan dari Ikatan Dokter Indonesia yang harus memperhatikan risiko pekerjaan petugas KPPS.